oleh

Diduga Tak Jelas, Warga Pertanyakan Pengelolan Bumdes di Desa Cipeundeuy

 

LEBAK, SEKILASINDO.COM – Sejumlah warga pertanyakan pengelolaan BUMDES Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Pasalnya, kegiatan usaha BumDes yang berdiri sejak Tahun 2016 tersebut di duga tidak jelas.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, JN mengatakan sejak di dirikan tahun 2016 yang lalu, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Cipeundeuy Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak di duga tidak jelas jenis usahanya. Pasalnya, Bumdes yang didanai dari Dana Desa mencapai kisaran Rp 50 juta itu rencana dari pihak Pemerintah Desa setempat akan dijadikan usaha pembuatan kandang ternak bebek. Namun hingga sekarang ternyata tak jelas keberadaan kegiatan tersebut. Jum’at, (24/01/2020).

Sementara itu, Hendra, yang merupakan mantan Ketua Bumdes Desa Cipeundeuy, mengatakan:

“Pengelolaan anggaran Bumdes yang didanai oleh Dana Desa (DD) semenjak Saya masih aktif jadi ketua BUMDES terhitung lancar dan tertata, ketika Saya mengundurkan diri secara resmi dari ketua kepengurusan BUMDES pertanggal 22 Desember 2016 secara lisan dan tulisan tidak lagi menjalankan tugas seperti biasnya,” jelas Hendra.

Masih dikatakan Hendra, semenjak ia mengundurkan diri, diduga bergulir, tidak pernah berjalan dengan baik.

“Bahkan jenis usaha yang sudah adapun seperti ternak bebek tidak jelas dimana keberadaannya dan Anggarannya sangat besar sejumlah RP. 15 juta untuk permodalan pembuatan ternak bebek. Namun usahanya sekarang tidak ada kejelasan,” imbuh Hendra, pada Jum’at (24/1/2020).

Senada di ungkapkan anggota Bumdes Desa Cipeundeuy, Memed, Menurutnya, sejak didirikan Bumdes tahun 2016 yang lalu, dirinya masuk dalam jajaran kepengurusan Bumdes. Namun, ia tidak pernah dilibatkan termasuk membahas jenis kegiatan usaha yang akan dilakukan.

“Selama ini saya tidak mengetahui secara persis, baik anggaran ataupun keberadaan atas pengelolaan Bumdes. Yang jelas, semua kegiatan usaha yang dikelola Bumdes oleh Pemerintah Desa sudah tertuang dalam keputusan maupun peraturan Desa,” ungkap Memed.

Reporter: Ujang Iskandar

News Feed