oleh

Tantangan Keluarga dan Remaja di Era Milenial

PANGKALPINANG, SEKILASINDO.COM – Berbagai macam persoalan dan permasalahan yang berkembang di Era Milenial seperti halnya yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari yaitu bagaimana menyikapi kondisi yang bersentuhan langsung terhadap tantangan keluarga dan remaja ?

Dipaparkan Ust.Syamsuni Soleh, selaku Ketua LPQ, Wakil Ketua MUI Kota Pangkalpinang dan Ketua pelaksana Kegiatan yang di gelar pada hari Sabtu (30/11/2019) di Gedung Pertemuan Asrama Manasik Haji dan Umroh Kelurahan Gajahmada, Kampung Keramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ditemui Wartawan usai Shalat Isya berjamaah di Masjid Al-huda Kampung Melintang menjelaskan “Seminar Hukum yang di Inisiasi oleh MUI Kota Pangkalpinang kemarin itu berjuluk atau bertemakan,” Menuju Tantangan Keluarga dan Remaja di Era Milenial..!

Apakah yang mendasari kondisi saat ini khususnya di Masyarakat Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi tantangan keluarga dan remaja di Era Milenial?,” tanya Ust.Syamsuni Soleh.

Diketahui, bahwa pada Zaman Milenial seperti saat ini perlunya pihak Kami,”MUI” Kota Pangkalpinang menyikapi dengan serius dalam perspektif Islam dan sangatlah penting bagi kehidupan kita sehari-hari, karena secara tidak langsung dan tidak sengaja sebagai Umat muslim yang Beragama Islam tentunya tidak mau terjerumus dalam hal-hal yang perlu terjadi dan tidak mau dinginkan oleh kita semua,” ucapnya.

Namun demikian, lanjut ia, sebagai Kepala Rumah Tangga maupun remaja kita harus saling naset dan menasehati dalam upaya pencegahan dini sehingga apa yang menjadi tujuan utama dari sebuah harapan kita semoga bermanfaat bagi diri kita dan untuk orang banyak.

Adapun cara pencegahan dalam menghadapi tantangan tersebut adalah sebuah keluarga itu menjadi konsumsi sehari-hari dan tak jarang dilihat oleh anak-anak. Maka dari itu penting bagi orang tua dalam menghadapi tantangan keluarga di era milenial saat ini. “Media di era sekarang ini sangat mudah dan cepat di akses.

“Jangan sampai masalah keluarga menjadi konsumsi sehari-hari terutama pada anak-anak yang akan mempengaruhi kondisinya,” jelas Ust. Syamsuni Soleh.

Dirinya berharap, agar beberapa solusi dalam menghadapi tantangan tersebut untuk menciptakan kondisi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

“Solusi tersebut di antaranya optimis dalam menatap masa depan, sikap saling percaya kepada anggota keluarga yang membuat sinergi, berprasangka baik serta pembentukan karakter,” terangnya.

“Jika hal ini bisa dilakukan dan diamalkan, maka kita bisa menciptakan kondisi keluarga yang sehat harmonis dan memiliki ketahanan yang kokoh,” pungkasnya.

Reporter : Budi

News Feed