oleh

Seru, Jika Lolos Seleksi, Ayah dan Anak ini Bakal Bertarung di Pilkades

-Politik-1.034 views

MUNA BARAT, SEKILASINDO.COM –Sebanyak 116 bakal calon (balon) Kepala Desa dari 15 desa pada 8 kecamatan di Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara mengikuti tes tertulis dan wawancara di Ruang Belajar SMA Negeri 1 Tikep, Kabupaten Muna Barat, Senin (11/11/2019) sore.

Mereka mengikuti tes tersebut karena jumlah pendaftar balon kades di wilayahnya, lebih dari batas maksimal, yakni lima. Sesuai regulasi, mereka harus mengikuti seleksi yang digelar oleh pemerintah setempat.

Ada yang menarik pada saat tes tersebut, 2 balon kades, yakni ayah dan anak bakal bersaing merebut mandat rakyat Desa Lakanaha, Kecamatan Wadaga untuk menjadi kepala desa jika keduanya berhasil lolos di seleksi yang diadakan Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) mubar. Keduanya bersaing dengan sembilan orang balon kades setempat.

Kedua balon kades tersebut yakni La Ghila (64) dan anaknya Sarfin Ghila (41). Ayah dan anak ini mengaku optimis lolos seleksi dan melenggang ke tahapan selanjutnya di pilkades Lakanaha.

Saat dijumpai wartawan SEKILASINDO.COM, La Ghila mengatakan, sebelumnya dia pernah melakukan komunikasi terhadap anaknya tersebut untuk mengurungkan niatnya agar tidak tampil sebagai calon kepala desa.

“Saya pernah beritahu dia, seharusnya dia bersabar dahulu dan mengurungkan niatnya untuk tampil, karena jika saya diamanahi oleh rakyat dan berhasil memimpin desa maka hasilnya posotif buat dia kedepannya. Namun ia menjawab., nanti kita ketemu lagi untuk membahasnya, ternyata setelah saya rampung mengurus berkas, dia juga sudah mengurus berkas dan mendaftar sebagai cakades,” terangnya.

La Ghila mengaku, jika resmi menjadi cakades, dirinya tidak khawatir jika suara pendukungnya nanti akan terpecah karena anaknya juga akan menjadi saingannya di pilkades mendatang.

“Masalah suara pendukung akan terbagi saya tidak khawatir, intinya saya berangkat dengan niat yang tulus untuk mengabdikan diri dan membangun desa, jika saya diamanahkan menjadi kades, saya akan tetap menjalin komunikasi dengan baik terhadap anak saya serta akan merangkul dia untuk berpartisipasi membangun desa,”ungkapnya

Sementara itu sang anak, Sarfin Ghila mengungkapkan, bahwa dirinya berani tampil sebagai balon kades bukan karena niat pribadi namun ada kemauan dari pendukungnya dan keluarga.

“Inikan masih proses seleksi, jadi kita belum tau kedepannya nanti, dan tidak mungkin saya memberanikan diri untuk tampil jika tidak mendapatkan dukungan dari keluarga dan pendukung,” bebernya.

Ia juga menambahkan bahwa hubungan komunikasi dengan calon lawannya kelak yang notebene ayahnya sendiri tetap harmonis layaknya seperti anak dan bapak

“Tidak ada masalah dalam keluarga akibat pencalonan ini, dan sudah seharusnya kita semua tetap saling membutuhkan jika diantara kami mendapatkan kepercayaan oleh masyarakat Desa Lakanaha”, tegas Sarfin.

*(Setiawan)

News Feed