oleh

Bantuan Lansung Tunainya Disetop, Seorang Janda Tua di Jateng Terlunta-lunta

JAWA TENGAH, SEKILASINDO.COM – Pedih betul hidup Tinem. Janda tua yang tinggal di Dusun Rembun RT 001/RW 005 itu, sudah lama terlunta-lunta.

Bagaimana tidak. Seperti yang diakuinya, ternyata selama ini ia tak pernah merasakan bantuan sepersen pun dari pemerintah.

Yah, selama ia hidup di Sumberojo, di Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonigiri, Provinsi Jawa tengah (Jateng) ini. Di dalam rumah yang hanya berdinding papan yang sudah bolong itu.

Memang, kata Tinem, ia pernah mendapatkan bantuan. Tetapi itu dulu. Sudah sangat lama. Saat masa pemerintahan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Pasca itu tak dapat lagi hingga sekarang.

“Saya dapat bantuan langsung tunai saat itu. Ambilnya di kantor pos Kecamatan Batuwarno. Sekarang tidak lagi. Kadusnya bilang bantuan saya distop,” ujarnya saat dijumpai digubuknya, Sabtu (14/9/20109).

Tinem duduk termenung di depan gubuknya, Sabtu (14/9/2019).

Bahkan kala itu, kata Tinem, sempat mendapatkan bantuan MCK (Mandi Cuci Kakus) dan beberapa lembar asbes.

“Sudah lima bulan ini saya hanya dibantu tetangga. Bayar listrik pinjam dulu dari tetangga,” ucapnya dengan suara sedikit tertahan.

Pedinya lagi, karena Timen hidup seorang diri. Tanpa anak juga suami. Terlebih tak punya penghasilan sama sekali. Untuk makan hanya bisa berharap belas asih dari tetangga saja.

“Sekarang tak ada bantuan baik itu sembako atau uang yang saya dapat. Tetapi, herannya saya karena tetangga saya malah dapat dari pemerintah,” akunya sedih.

Kondisi rumah Tinem yang masih beralas tanah.

Malah, kata Tinem, tetangganya itu mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa beras, telor, dan sejumlah uang tunai.

Timen mengaku, sebenarnya ia sudah mempertanyakan bantuan ini kepada kepala dusunnya. Namun, jawabannya tak sesuai harapan.

“Pak Kadus bilang bantuan saya distop karena saya tidak punya keturunan dan hidup sebatang kara. Dia juga bilang kalau saya mendapatkan bantuan uang, siapa yang mau menyimpannya,” akunya dengan mata memerah. (emilda/red)

News Feed