oleh

Diduga Kualitas Beton Buruk, Proyek CV Rio Putra di Desa Cibingbin Baru Rampung Sudah Retak

PANDEGALANG,SEKILASINDO.COM-Banyak di temukan dugaan pelaksanaan Infrastruktur yang di ada Kabupaten Pandeglang dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Pandeglang.

Banyak Infrastruktur yang diduga kerja asal jadi hanya saja hingga kini tindakan Dinas masih di ragukan.

Ironinya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jamal, saat berusaha dikonfirmasi, enggan memberikan tanggapan apapun.

Padahal sebelumnya awak media Sekilas Indonesia sudah meminta tanggapan terkait beberapa pembangunan yang diduga di kerja asal jadi tersebut. Diantaranya Proyek  rabat beton yang di laksankan oleh CV  Surya Kadumadang dengan anggaran sebesar Rp. 473.199.000,- di Desa Karang Bolong Kecamatan Cigeulis. Serta pekerjaan yang di laksanakan oleh CV Rio Putra di Desa Cibingbin, Kecamatan Cibaliung.

Menurut Informasi di lapangan bahwa pelaksana lapangan kedua Proyek yakni CV Rio Putra dan CV Surya Kadumadang Pelaksananya Juneadi

Berdasarkan Pantauan dilapangan jalan rabat beton  sepanjang jalan kondisinya permukaan jalan sudah mengalami keretakan.

Padahal perencanaan pembangunan jalan, termasuk jalan rabat beton, pasti dibuat perencanaan agar jalan bisa digunakan dalam waktu yang lama atau panjang minimal lima hingga enam tahun, bahkan lebih.

Jadi sangat tidak lazim jika pembangunan jalan rabat beton baru saja rampung sudah pada retak-retak.

Proyek ini  di ketuhui sesuai yang tercantum dalam pelang proyek bersumber dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Pandeglang,  yang di kerja oleh CV Rio Putra dengan Angaran sebesar Rp. 484.456.000,- untuk pekerjaan peningkatan jalan Desa Cibingbin Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Selasa (14/8/2019)

Dari keterangan warga setempat, jika jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan perencanaan, atau sesuai dengan ketentuan teknis, dan anggaranya dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) tidak mungkin jalan rabat beton, tersebut baru hitungan hari sudah rusak.”Kata dia yang tidak mau disebutkan namanya.

“Kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang digunakan untuk jalan tersebut campuran beton tidak bagus,  Hal itu terlihat jelas permukaan jalan banyak yang retak”.

Kuat dugaab penyebab utamanya adalah pengurangan kualitas beton, dan teknik pengecoran yang asal-asalan, sehingga baru berapa hari banyak ditemukan di sepanjang jalan mengalami keretakan,” Imbuhnya.

Secara Terpisah, Aktivis Selatan, Arif Wahyudin saat di minta statement ia mengetahui bahwa memang proyek yang berbeda di Desa Cibingbin di kerja oleh CV Rio Putra tersebut asal jadi,

” Saya memantau terus kegiatan yang di laksanakan oleh Rio Putra tersebut, dari awal pemadatan dan pemerataan sebelum di Cor tidak stabil sehingga berdampak dari hasil yang tak maksimal dan mengalami keretakan,” Ucap nya.

Dia juga meminta kepada Dinas terkait harus memutuskan kontrak dan mengusulkan ke LKPP untuk di black list serta kepada pihak yudikatif untuk segera turun tangan sebab pelaksanaan yang di kerja oleh CV Rio Putra di kerjakan asal jadi dan diduga menyimpang dari aturan kontruksi bangunan.

Sekilas Indonesia juga masih berusaha konfirmasi Junaedi via telpon selulernya, karena menurut informasi dia sebagai pelaksana, hanya saja tidak berhasil. Hingga berita ini di turunkan pihak media masih berusaha untuk dapat mengkonfirmasi pelaksana dan Konsultannya.***(Hd1).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed