oleh

Generasi Millenial dan Tagar 2020 Ganti Bupati Pandeglang: “Jangan Menyikapi Ini dengan Instan dan Praktis”

-Daerah-168 views

PANDEGLANG, SEKILASINDO. COM – Jumlah pemilih usia milenial di Kabupaten Pandeglang lumayan cukup besar dan signifikan. Mereka yang terlahir di tahun 2002-1990 an merupakan penduduk usia produktif dan sangat terbiasa dengan kehidupan digital dan global.

Cara berpikir dan pandangan dunia mereka sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Cara mereka mempelajari dan memperoleh informasi pun lebih banyak dari dunia maya dan media sosial ketimbang dengan yang lainnya.

Dari yang dikemukakan di atas, para bakal calon bupati Pandeglang sudah sepantasnya mendekati mereka dengan sudut pandang dan persepsi mereka.

Para pemilih pemula, mahasiswa dan para sarjana atau pekerja usia produktif itulah yang masuk kategori pemilih milenial. Preferensi pilihan mereka tentu sangat dipengaruhi oleh cara mereka memperoleh informasi yaitu dunia maya atau media sosial.

Meskipun untuk kasus daerah Pandeglang jaringan internet belum seratus persen merata hingga pelosok desa.

Menjelang pesta demokrasi tahun 2020, sederet nama-nama calon bupati dan wakil bupati Pandeglang ramai bermunculan dari berbagai kalangan mulai dari tokoh masyarakat, aktivis, artist papan atas, politisi, dan sejumlah tokoh partai lainnya.

Demikian hal itu disampaikan Direktur Generasi Milenial Pandegelang Ahmad Syafaat. Ia juga mengungkapkan, Pemilihan calon bupati dan wakil bupati Pandeglang ini merupakan pesta seluruh elemen masyarakat bukan soal tentang golongan atau kelompok tertentu, jadi siapapun berhak maju selagi ada niat baik siap berkomitmen dan berkontribusi untuk masyarakat Pandeglang khususnya.

“Yang terpenting adalah  Bupati Pandeglang ke depan harus familiar dengan pola komunikasi era milenial dalam pengertian fungsional. Bukan symbolik, artinya, interaksi dengan masyarakat melalui internet harus menjadi cara utama merumuskan solusi atas berbagai problem dan masalah masyarakat yang dirasakan masyarakat” ucap Syafaat yang juga Mahasiswa UNMA Banten (23/06/19).

Lanjut Syafaat, menanggapi soal tagar 2020 ganti bupati, anak muda jangan terlena menyikapi ini dengan instan atau praktis, karena jiwa muda harus tetap mengawal dan berkontribusi untuk kemajuan daerahnya, tanpa meninggalkan kearifan lokal dan harus tahu betul kondisi sosio kultural masyarakat dengan terjun langsung kepada masyarakat.

“Sentuhan tangan-tangan anak muda ini sangat di rindukan masyarakat dan kita juga harus tetap mengawal suport penuh kinerja pemkab Pandeglang dan harus mengingatkan dengan kritik yang konstruktif dengan memberikan solusi ikut bersinergi membangunnya,” ujarnya.

Kesadaran dari masyarakat dalam membangun daerahnya untuk perbaikan dan kamajuan, kaum muda harus menjadi garda terdepan.

“Berjalan beriringan bersama masyarakat dengan turun langsung karena kalau masyarakat sudah sadar mempunyai sense of belonging terhadap daerahanya yakinlah kemajuan dan kejayaanlah yang akan menghampirinya,” tandasnya. (SA)

News Feed