oleh

Pemerintah Terkesan diam, Masyarakat Cilangkahan II Perbaiki Irigasi Sendiri

LEBAK, SEKILASINDO.COM — Akibat Tidak berfungsinya Irigasi di Cilangkahan II membuat para petani yang sawahnya bergantung di irigasi tersebut terancam gagal tanam.

Pasalnya, dimusim kemarau ini 436 Hektare
sawah milik warga terancam kekeringan. diketahui, Irigasi Cilangkahan II melintasi 3 Desa yaitu Desa Cilangkahan, Desa Sukaraja, dan Desa Sukamanah.

Foto, Irigasi Irigasi Cilangkahan II yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak – Banten.

Sabtu, (22/06/19), Masyarakat dari tiga desa adakan gotong royong untuk berupaya memperbaiki Irigasi Cilangkahan II yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak – Banten.

Rasim, Ketua GP3A (Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air) Daerah Irigasi Cilangkahan II, juga sebagai warga kampung Kandang Palon, Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping. Rasim mengatakan bahwa ia dan masyarakat dari beberapa desa terpaksan perbaiki irigasi sendiri.

“Kami gabungan warga dari empat desa, yaitu Desa Sukaraja, Desa Cilangkahan, Desa Pagelaran dan Desa Sukamanah mengadakan perbaikan irigasi ini dengan semampu kami.

“Yang penting airnya bisa mengalir walau tidak normal seperti biasanya. Kalau ingin airnya ngalir normal, itu kan harus pake alat berat, sedangkan kami hanya menggunakan tenaga. Jika irigasi ini didiamkan saja, maka kami tidak bisa menanam padi, karena sumber airnya hanya ini. Kalau dari pihak Pemerintah belum ada yang memperbaiki irigasi ini,” Kata Rasim.

Dirinya berharap agar pemerintah peka dan peduli terkait irigasi yang amblas tersebut, karena kehidupan sebagian warga mengandalkan dari hasil Tani

Hal senada dikatakan Abeng, sebagai Koordinator Forum Komunikasi GP3A Wilayah Kabupaten Lebak selatan yang mencakup sembilan kecamatan.

“Ini yang kami lakukan adalah sebagai bentuk swadaya masyarakat petani, karena kami menganggap bahwa kondisi ini terus dibiarkan kemungkinan kami akan gagal tanam, sehingga tidak tertutup kemungkinan sebagian besar areal persawahan yang sumber airnya dari Cilangkahan II sudah jelas tidak bisa terairi, maka kami mencoba menyelamatkan yang bisa dijangkau oleh swadaya masyarakat, walaupun sebetulnya ini adalah pekerjaan pemerintah dinas, terutama dinas terkait,” ucap Abeng.

Dirinya pun menekankan agar Dinas terkait segera turun langsung ke lapangan dan menindaklanjuti karena dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan.

Menyikapi hal tersebut, U. Suryana atau yang kerap di sapa Uzex, Aktivis Lebak Selatan, mengecam pihak terkait untuk segera bertanggungjawab dan segera memperbaiki Daerah Irigasi (DI) Cilangkahan II yang saat ini terkesan dibiarkan.

Menurutnya, dari 5 titik irigasi terdapat 4 titik irigasi yang tersumbat dan bahkan ada yang ambrol sehingga aliran irigasi tidak berjalan, tentunya ini sangat merugikan pihak petani dan harus segera di tindaklanjuti oleh pihak terkait, karena sebagian besar warga masyarakat di 3 Desa tersebut merupakan Petani.

“irigasi ini ada empat titik yang harus diperbaiki, yang amblas dan tertimpa beton ada dua titik, yang amblas beton dindingnya ada satu dan di leter L ada endapan lumpur. Semua ini tidak diperbaiki oleh pihak terkait.” Terangnya kepada wartawan sekilasindo (23/06/19).

“Ini harus dilakukan pengerukan dengan menggunakan alat berat, kemarin sy menyaksikan masyarakat yang gotong royong untuk memperbaiki irigasi namun Hasina tidak maksimal” tegas U. Suryana Alias Uzex

“Saya asli orang Cilangkahan dan peduli terhadap nasib petani, dan saya perhatikan selama ini keberadaan Irigasi Cilangkahan II di biarkan begitu saja,” Pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Irigasi Cilangkahan II tidak berfungsi dan hingga berita ini di terbitkan, belum ada tindak lanjut dari pihak terkait. Dan Awak media terus berupaya menggali informasi terkait Irigasi Cilangkahan II
***(Usep)

News Feed