oleh

Diduga Tidak Miliki Izin, Pabrik Jely di Barombong Disidak Tim Gabungan

MAKASSAR, SEKILASINDO.COM — Lurah Barombong Kecamatan Tamalate langsung merespon aduan warga terkait limbah pabrik Jely yang limbahnya meresahkan masyarakat setempat.

Pabrik Jely yang beralamat di Jalan Andi Mappainga Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Makassar itu diduga tak memiliki izin dan limbahnya meresahkan warga akibat bau menyengat.

Foto, hasil produksi Pabrik Jely yang beralamat di Jalan Andi Mappainga Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Makassar itu diduga tak memiliki izin dan limbahnya meresahkan warga akibat bau menyengat.

Menindaki atas keluhan masyarakatnya, Lurah Barombong bersama Satpol PP Kecamatan Tamalate dan Bhabinkamtibmas Polsek Tamalate beserta tokoh masyarakat langsung menyidak tempat tersebut.

“Hasilnya, ditemukan ratusan bungkus jelly, dos kosong, bahan kimia dan alat pembuatan jelly,” ucap salah satu staf kelurahan saat melakukan sidak kepada awak media Kamis 20 Juni 2019 siang lalu.

Selain itu, tindak lanjut sidak tersebut pemilik atau owner pabrik jelly itu dipanggil ke Kantor Kelurahan Jumat 21 Juni kemarin.

“Pemiliknya diminta untuk menghadap dalam rangka izin mereka yang diduga ilegal,” kata staf lurah melalui pesan whatsappnya.

Sementara, salah satu mandor bernama Hartono yang diketahui merupakan adik dari pemilik usaha jelly ini saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak.

“Saya tidak tau berapa nomornya bos,” singkatnya melalui pesan watshapnya dengan mengirimkan stiker senyum mengolok.

“Udah puas belum, kenapa kemarin belum cukup uang sampai kamu lapor ya, jadi udah puas ? dan kalau saya tidak mau tutup,” tulisnya melalui pesan watshapnya.

Tak hanya itu, berselang beberapa jam kemudian, salah satu awak media mendapat telepon dari seseorang yang tak dikenal dan mengaku salah satu anggota DPRD Provinsi Sulsel melalui nomor telepon 085 299 178 553.

Hanya saja, maksud dan tujuannya tidak diketahui alasannya menelpon. Sementara, Ketua Umum DPP GoWa-MO (Group Wartawan Media Online) juga mengaku mendapat telepon dengan nomor yang tidak dikenal

“Dia menelepon saya dan menantang untuk bisa menutup pabrik jelly jelly dengan bahasa yang kurang sopan,” tutup Syafriadi Djaenaf dengan nada kesal lantaran mendapat telepon dari penelepon misterius yang mengatasnamakan dari dari Anggota Legislatif DPRD tapi tidak mau mengaku dari anggota DPRD darimana.(Shanty)

News Feed