oleh

PT. siringo-Ringo Jaminkan Kualitas dan Mutu Kelapa Sawit Masyarakat

LABUHANBATU, SEKILASINDO. COM-Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Bidang Produksi dan Pengembangan Lisdayani Siregar mengatakan, Program Peremajaan Sawit PSR sudah diupayakan dua tahun yang lalu. Baru perdana ini dilakukan di Kabupaten Labuhanbatu. Melalui PSR, 58 wilayah yang direkomendasikan.

“Target di Provinsi Sumatera Utara tahun ini 414.660 Ha. Sudah 2 tahun yang lalu program ini, dan baru ini kita Lounching perdana di Kabupaten Labuhanbatu. Untuk di Kabupaten Labuhanbatu ditargetkan 1039 Ha. Mudah-mudahan bisa terpenuhi target seperti yang diharapkan atau bisa melebihi dari target yang dimaksud.”katanya.

Dia berharap, petani-petani di Kabupaten Labuhanbatu dapat mengikuti program PSR ini. Karena, menurutnya program PSR ini dapat menjadi harapan para petani untuk dapat meningkatkan kualitas dan mutu yang baik dari hasil produksi kelapa sawit.

“Harapan kami semakin banyak petani yang ikut serta dalam program ini. Bantuan dana hibah Rp.25 juta kan gratis bisa dimanfaatkan sebaik mungkin seperti yang menerima di acara Lounching perdana ini. Dana dari perbankan baru melakukan pengembalian nantinya.”tutupnya.

General Manager of Programmes and Projects PT Musim Mas, Rob Nicholls dalam keterangannya, mengatakan sangat mendukung program pemerintah Peremajaan Switch Rakyat. Dimana, Pogram tersebut menjadi program peningkatan perekonomian masyarakat tani di Kabupaten Labuhanbatu.

“Kami sangat mendukung dengan adanya program peremajaan sawit dari Pemerintah dalam upaya peremajaan sawit rakyat. Program tersebut berkolaborasi antar sektor, seperti Pemerintah dan bank sangat penting untuk mendukung petani kecil agar terus diadopsi secarai baik praktik pertanian secara berkelanjutan.” kata Rob.

Diharapkan, lanjutnya dengan peremajaan sawit ini berefektif positif dan kualitas nantinya semakin baik. Selain itu, masyarakat dilingkungan perusahaan juga ikut maju. Artinya maju bersama perusahaan.”katanya.

Selain memberikan dana hibah sebesar Rp.25 juta/Ha dari BPD PKS, PT Siringo-Ringo akan memberikan pendampingan. Dimana pendampingan ini diberikan sebagai wujud kebersamaan antara masyarakat dengan Perusahaan.

“BPD PKS memberikan dana hibah Rp.25 juta. Tetapi dana itu kan tidak cukup. Untuk mencukupinya, pihak perusahaan akan menjadikan penjamin (Apalis) ke perbankan atas nama Koperasi Maju lancar Mandiri untuk menutupi kekurangannya. Karena untuk 1 hektar kebun kelapa sawit tidak cukup Rp.25 juta, paling tidak Rp.50 – Rp.60 juta. Selain hal tersebut, Perusahaan akan mendampingi petani. Mulai replanting, menanam kembali sampai berproduksi kebun kelapa sawitnya. Perusahaan akan menurunkan tenaga-tenaga teknis yang mendampingi. Jadi, setelah mendapatkan bantuan, petani tadi tidak dibiarkan untuk berkebun sendiri. Ada transfer teknologi yang diberikan ke petani.”jelasnya.

Kemudian dalam hal keuntungan perusahan dan masyarakat. Dia menerangkan, kebun sawit milik masyarakat akan lebih produktif. Kualitas ataupun mutu lebih menjamin dari sisi kultur teknis dengan tanaman. “Standardnya dengan tanaman kebun inti perusahaan. Artinya tidak ditanam sembarang. Tetapi sudah dengan kultur teknis dan best kelapa sawit. Sedangkan perusahaan merupakan suatu bentuk kebersamaan bersama masyarakat atau CSR ke masyarakat.”paparnya. (Ricky)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed