oleh

50 Persen Pemerintah Desa di Pandeglang, Belum Memiliki Website

Kepala Bidang Keuangan Pemerintah Desa Kabupaten Pandeglang, Windu Daradjat.

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM-Dari 326 Desa yang ada di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, baru 50 persen website yang masih aktif. Padahal Pengadaan Website itu untuk masing-masing pemerintah desa yang ada di kabupaten Pandeglang  sudah selesai dalam laporan pertanggung jawabannya (LPJ).

Diketahui aplikasi Website untuk masing-masing desa itu merupakan kewajiban bagi semua desa yang ada di Kabupaten Pandeglang. Sebab aplikasi itu untuk publikasi semua desa, dan untuk lebih transparan sesuai dengan undang-undang no 14 tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik.

Ironisnya, sarana Website yang bersumber dari dana desa (DD) tahun 2018 itu, hingga kini masih banyak yang belum memiliki Website desa itu, Padahal semuanya sudah di anggarkan dan sudah selesai laporan pertanggungjawaban nya.

Hal itu di benarkan oleh Kepala Bidang Keuangan Pemerintah Desa Kabupaten Pandeglang, Windu Daradjat, dari 326 desa yang ada di kabupaten Pandeglang, sarana Websitenya kurang lebih baru 50 persen desa yang memiliki aplikasi itu. Sebab penyediaan Website itu bukan hanya satu perusahaan.

Hanya saja tahun anggaran 2018, semua desa yang ada di Pandeglang menganggarkan, untuk pengadaan Website itu, Namun dirinya tidak bisa menampik bahwa semuanya desa sudah memiliki website itu kurang lebih baru 50 persen.

“Kurang lebih 50 persen desa yang memiliki Website, Makanya di tahun 2019 ini, untuk melanjutkan Website nya itu berjalan. Maka tahun ini di anggarkan untuk hosting domain portal sekitar 3 juta sampai 4 juta,” kata Windu saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at kemarin (17/5/2019).

Masih kata dia, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) untuk Website itu sudah selesai, dan kata dia semua desa itu di anggap sudah memiliki website, adapun di desa bagi yang belum websitenya berjalan dia beralasan itu, mungkin itu di sebabkan tim IT nya, atau yang lainnya,

“Saya masuk di bidang ini, itu anggaran sudah di cairkan. Untuk pembinaan e-proposal dan e-akuntansi Bumdes, serta pengadaan Website, ya saya tidak begitu tahu, yang jelas anggaran itu sudah di serap untuk website itu 17 juta rupiah dan untuk e-proposal dan e-akuntansi Bumdes 8 juta rupiah,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa pengadaan Website dan e- proposal dan e-akuntansi Bumdes itu laporannya sudah selesai semua, walaupun laporan yang di terimanya hanya berupa kwitansi saja.***(Hadi).

News Feed