oleh

Perayaan Maulid 1441 H Dirasakan Warga Binaan Lapas Kelas I Makassar

MAKASSAR, SEKILASINDO.COM – Salah satu bentuk rasa cinta seorang umat muslim terhadap baginda Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu dengan selalu bersalawat dan bersyukur atas kelahiran nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam penanggalan hijriah, yang dikenal dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Perayaan maulid ini juga ikut dirasakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar bersama dengan penyuluh dari Kementerian Agama Kota Makassar.

Perayaan maulid 1441 H, yang dilaksanakan di Masjid Dakhwatul Ichsan Lapas Kelas I Makassar Dibuka dengan pembacaan tilawatil qur’an dan lantunan asmaul husnah yang dibawakan oleh remaja masjid Dachwatul Ichsan. Selasa (19/11/19).

Kepala Lapas Kelas I Makassar, Robianto dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk meneladani sifat dan kepribadian Rasulullah Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah atau suri tauladan yang baik untuk diaplikasikan kedalam segala aspek dan sendi-sendi kehidupan dalam aqidah Rasulullah, ibadah dan muamalahnya.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak hadirin semua mari kita melakukan perubahan menuju kearah yang lebih baik, Nabi Muhammad SAW adalah contoh yang luar biasa yang menciptakan perubahan luar biasa. Beliau berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat khoiru ummah dengan cara merubah akidah, cara berpikir, dan prilakunya” kata Robianto dalam sambutannya.

Lebih lanjut Robianto juga menyampaikan bahwa semangat perubahan maulid ini akan ia laksanakan dengan beberapa program pembinaan seperti satu hari dalam seminggu akan dilaksanakan Sholat Ashar berjamaah bersama Kalapas dan setelahnya akan dilaksanakan tadarus Al-Qur’an yang masing-masing wbp membaca satu juz sampai khatam.

Selain itu dalam kegiatan ini hikmah dan fadilah maulid disampaikan oleh Ust. K.H Muhammad Nursyamsi,M.A yang membahas tentang sejarah dan makna maulid, “Kata Maulid berasal dari bahasa Arab yang berarti lahir, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan suatu tradisi yang berkembang setelah Rasulullah SAW wafat, dengan di peringatinya Maulid Rasulullah SAW ini yang merupakan suatu wujud ungkapan rasa syukur kita dan kegembiraan serta penghormatan kepada sang utusan Allah karena berkat jasa beliau ajaran agama islam sampai kepada kita semua” ucap K.H Nursyamsi.

Meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW, Bagi seorang mukmin kecintaan terhadap Rasulullah SAW adalah sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada utusan Allah ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap diri kita sendiri.

Diakhir perayaan maulid ini panitia mengumumkan pemenang lomba hias telur yang telah dinilai oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kota Makassar, yang menjadi Juara 3 dengan perolehan nilai 215 dimenangkan oleh blok A 2, Juara 2 dengan perolehan nilai 235 dimenangkan oleh blok A 1, dan Juara 1 dengan perolehan nilai 240 dimenangkan oleh blok H 1.

(Shanty)

News Feed