oleh

Anggota DPRD Babel Nilai Kinerja Polda Lambat

PANGKALPINANG, SEKILASINDO.COM – Anggota DPRD Babel dari Fraksi Demokrat, Nico Plamonia dan Adet Mastur, Ketua Komisi II dari Fraksi PDIP menilai kinerja aparat Polda Babel lambat dalam menangani kasus pengrusakan dan penganiayaan Satpol PP dan Wagub Babel saat menertibkan tambang ilegal di Desa Sijuk, Kabupaten Belitung.

Nico mengatakan kasus tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari tepatnya Sabtu (2/11/2019) hingga sekarang belum ada kepastian nama-nama pelaku yang menyerang Satpol PP dan Wagub.

“Para pelaku membawa senjata tajam saat menyerang tim penertiban yang bisa dikenakan Undang-undang darurat. Sedangkan dalam kasus ini jelas ada pengrusakan dan penganiayaannya,” kata Nico, Kamis (7/11).

Menurutnya, dalam hal tersebut kepolisian tidak hanya malakukan penyelidiki kasus pengrusakan dan penganiayaan tapi juga penampung pasir timah dari tambang ilegal di hutan lindung.

Hal senada  dikatakan Adet Mastur. Adet meminta agar Polda Babel lebih serius dan cepat tangani kasus tersebut sehingga sudah ada tersangka pengerusakan dan penganiayaan.

“Dalam waktu dekat ini harus sudah ada tersangka pengrusakan dan penganiayaan itu,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Satpol PP Provinsi Bangka Belitung yang menertibkan tambang ilegal di Desa Sijuk, Kabupaten Belitung.

“Wagub ini simbol pemerintahan. Polda kok sampai saat ini belum ada tersangkanya. Kalau penambang kecil cepat ada tersangkanya, kalau besar tidak ada,” ucap Adet Mastur.

*(Budi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed