oleh

Kalapas Kelas I Makassar Buka Resmi Kegiatan Penyuluhan Kewirausahan

MAKASSAR, SEKILASINDO.COM – Untuk menjadi wirausaha sukses, dibutuhkan kesabaran dan kerja keras. Sedangkan untuk menjadi wirausaha tangguh harus memiliki mental yang kuat.

Pagi ini, Kamis (7/11/19) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar bersama Universitas Bosowa menggelar penyuluhan Kewirausahawan sebagai bentuk strategi pengembangan warga binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menumbuhkan wirausaha baru di era digital dewasa ini.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama yang telah ditandatangani antara Lapas Kelas I Makassar dan Universitas Bosowa untuk mengembangkan pembinaan WBP Lapas Kelas I Makassar, serta salah satu kegiatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 47 Fakultas Hukum Universitas Bosowa.

Salah satu Dosen pembimbing KKN Tematik, Juliati, menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan wirausaha ini merupakan program ketiga dalam program KKN Tematik angktan 47 yang diharapkan warga binaan Lapas Kelas I Makassar dapat mendirikan usaha setelah bebas nantinya.

“Kami kali ini menyelenggarakan kegiatan di Lapas Makassar merupakan program ketiga, mengapa kami melaksanakan penyuluhan kewirausahawan karena kebetulan di Unibos materi kewirausahawan itu wajib dipelajari sehingga kami berharap mahasiswa dapat menjadi bos diusahanya sendiri begitupala warga binaan kami harapkan dapat menjadi bos diusahanya sendiri dalam era digital ini” ucapnya.

Dalam sambutannya Kepala Lapas Kelas I Makassar, Robianto, yang membuka secara resmi kegiatan ini, mengungkapkan kegiatan penyuluhan wirausaha merupakan kegiatan yang sangat penting untuk diikuti oleh WBP, dimana materi didalamnya mengandung tips dan skill untuk membangun dan menumbuhkan sifat wirausaha WBP di era digital dewasa ini.

“Penyuluhan ini saya anggap penting karena didalam Lapas itu ada dua pembinaan, pertama, pembinaan kepribadiaan dan kepribadian. Mungkin ini adalah pembinaan kepribadian tetapi saya anggap bahwa dua-duanya masuk kedalam pembinaan tersebut. Mengingat Lapas Makassar ini ditunjuk menjadi Lapas medium bukan maksimum sehingga banyak kegiatan-kegiatan yang bersifat skil atau mengembangkan keterampilan WBP” ucap Robianto.

Ia juga berharap Lapas Makassar dapat menambah kegiatan kerja, baik pada keterampilan kerohanian, hasil karya kerajinan, maupun penyuluhan-penyuluhan seperti ini.

“Mudah-mudahan ini adalah awal warga binaan bisa mandiri, bisa bekerja maksimal didalam Lapas, kegiatan ini merupakan pintu masuk awal untuk warga binaan kami supaya ketika keluar bebas mereka bisa mandiri sesuai dengan tujuan dari sistem Pemasyarakatan ini” tutup Robianto.

Kegiatan penyuluhan ini dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang strategi pengembangan warga binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menumbuhkan wirausaha baru di era digital yang dibawakan oleh A. Gunawan R. Chakti salah satu wirausaha muda di Kota Makassar, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi antara pemateri dan warga binaan.

(Shanty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed