oleh

Penderita Gondok Beracun di Jeneponto Butuh Perhatian Pemerintah

JENEPONTO, SEKILASINDO.COM – Abbas penderita gondok beracun atau pembekakan di leher karena kelenjar tiroid yang membesar, menghabiskan sakit yang ia diderita selama 3 tahun di rumahnya.

Warga BTN Pepabri Lorong 5, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, kini hanya bisa terbaring merasakan sakit.

Ayah dua orang anak ini, juga pernah sebagai pasien di RSUD Kabupaten Bantaeng dan dinyatakan mengidap penyakit gondok beracun oleh dokter.

Hal itu disampaikan Norma, istri Abbas saat ditemui awak media.

Norma, mengaku hanya diberi obat oleh dokter karena keterbatasan biaya menjalani operasi.

“Saya pernah bawa suamiku periksa di rumah sakit Bantaeng, namun dokter bilang, katanya gondok berancun. Saya cuma dikasih obat karena tidak ada uang untuk biaya operasi,” kata Norma, Sabtu (19/10/2019).

Di rumah sakit, kata Norma, tidak sedikit warga yang merasa iba dengan kondisinya.

Sehingga beberapa warga berempati memberinya sedikit biaya tambahan untuk pengobatan di luar.

Akibat terbatasnya biaya pengobatan Norma lebih memilih untuk pulang.

Terlebih lagi biaya belanja harian dan juga untuk anaknya sudah dirasa tidak mencukupi.

“Jangankan uang recehan nak, untuk makanpun sehari-hari kami sangat susah, hanya berharap belas kasihan,” kata Norma kepada wartawan sambil menahan tangis.

Dia berharap suaminya menjalani operasi agar bisa segera sembuh dari sakitnya.

Namun hal itu tidak mungkin baginya mengingat kedua anaknya yang masih bocah tidak mendapat jaminan darinya.

Dalam tangisnya, sang istri yang penuh mohon kesembuhan suaminya. Sangat berharap agar mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Tidak ada pilihan lain lagi nak, saya cuma bisa berharap uluran tangan dari pemerintah agar bisa menopang untuk hari-hariku bersama anak-anakku yang masih kecil ini,” ujar dia dalam tangisnya.*

(Rilis/Firman).

News Feed