oleh

Ormas Kritisi Pembangunan Jalan Nasional Banten – Batas Jabar

LEBAK, SEKILASINDO.COM – Proyek pembangunan peningkatan ruas jalan Warung Banten hingga batas Jawa Barat (Jabar), yang menelan anggaran dari APBN Provinsi Banten tahun 2019 sebesar Rp 21 Miliar, dikritisi oleh Ormas Badak Banten.

Pasalnya mereka menganggap proyek tersebut dikerjakan asal-asalan dan diduga tidak menggunakan material yang berkualitas sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ketua DPD Badak Banten Kabupaten Lebak, Ely Sahroni, menuturkan informasi di lapangan, ditemukan material pengurugannya berbentuk cadas bercampur tanah lempung dan material tersebut tidak sesuai berdasarkan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

”Material yang digunakan untuk pengurugan itu cadas dicampur tanah lempung. Padahal seharusnya material yang digunakan itu sejenis Agregat B yang campurannya skrining, abu batu, split 31, split 52 dan split 23,” ujarnya.

Kata Ely, menyikapi permasalahan itu Badak Banten Lebak meminta pihak Dinas PUPR Provinsi Banten segera menghentikan dan memutuskan kontrak dengan pihak PT Revan Raditya Sejahtera selaku kontraktor pada kegiatan proyek pembangunan peningkatan ruas jalan Warung Banten hingga Batas Jabar tersebut.

Dinilai telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan material yang diduga tidak sesuai standar dan RAB.

“Kita minta Dinas PUPR Provinsi Banten segera menghentikan dan memutuskan kontrak dengan pihak kontraktor, karena dinilai telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan material,” tegasnya.

(Bcx)

 

News Feed