oleh

Tim Saber Siap Obati Lahan Kritis di Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG, SEKILASINDO.COM – Jika sedang naik pesawat di atas bumi Bangka Belitung, kita akan melihat pemandangan unik.

Sepanjang mata memandang, akan terlihat hamparan lahan bekas pertambangan timah bertebaran di Pulau Bangka dan Belitung, yang dulunya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan ini.

Bahkan, beberapa lahan bekas tambang tersebut sudah berganti wujud menjadi danau, gundukan pasir dan lahan tandus.

Sebagai sektor ekstraktif, pertambangan tentu bersifat destruktif terhadap lingkungan, seperti berkurangnya kemampuan daya dukung tanah dan ancaman, bahwa lahan tersebut tidak bisa dimanfaatkan kembali untuk kegiatan ekonomi lainnya.

Saat ini konsentrasi lahan kritis di provinsi serumpun sebalai terlampau tinggi.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Saber Rehabilitasi Bekas Tambang, Elly Rebuin.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, saat ini lahan kritis akibat pertambangan timah tercatat 275.500 hektare (ha), yang terdiri dari 27 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di kawasan hutan seluas 5.500 ha dan 470 IUP yang berada di luar kawasan hutan dengan luasan 270 ribu ha.

Perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di Bangka Belitung ini, tentu berkewajiban melakukan reklamasi pasca tambang. Apalagi, kewajiban itu telah diperbarui dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 34 Tahun 2017.

“Tetapi jika kita lihat kondisi sekarang, implementasi itu dianggapnya masih kurang maksimal,” kata dia.

Memang, beberapa perusahaan yang sudah memulai proses reklamasi, namun kadang hasilnya tak maksimal.

Menyikapi kondisi inilah, timnya berkeinginan menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk membantu mencari formulasi yang baik untuk mengoptimalkan rehabilitasi lahan bekas tambang.

Ibaratkan tubuh, kini ribuan hektar lahan di Bangka Belitung sedang sakit. Kehadiran Tim Saber Rehabilitasi Bekas Tambang yang dipimpin, Elly Rebuin, ini menawarkan cara baru merehabilitasi lahan bekas tambang.

Tim bersyukur, karena tawaran langsung disambut hangat oleh PT Timah Tbk.

Melalui Kepala Devisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Lingkungan Hidup PT Timah Tbk, Bapak Benny Hutaean, mendukung rencana Tim Saber Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang untuk bekerja di lahan bekas tambang miliknya.

Lahan satu hektar yang disiapkan oleh K3LH PT Timah Tbk ini terletak di Air Jangkang Kabupaten Bangka. Di lahan inilah akan diujicoba rehabillitasi lahan, dengan pendekatan perbaikan mikroba tanah dan penanaman tanaman perintis, yang  lebih efektif untuk mempercepat pelaksanaan reklamasi.

Tim akan menggunakan smart bio ball, yang merupakan bola-bola mini yang mengandung berbagai bakteri menguntungkan, mikoriza,  benih tanaman perintis, hidrogel, asam humat, dan pembawa bahan organik.

Bentuknya yang mini memudahkan untuk disebarkan pada area lahan bekas tambang yang sulit terjangkau.

Smart bio ball ditebar dengan menggunakan ketapel atau alat tebar lainnya.

Untuk melancarkan rencana ini, Tim Saber Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang yang menjadi perpanjangan tangan dari Koperasi Kesejahteraan Rakyat (Kokesra) Bangka Belitung melakukan pertemuan dengan Divisi K3LH PT Timah Tbk, yang dipimpin langsung oleh Kepala Divisi K3LH PT Timah Tbk, Benny Hutaean.

Elly didampingi Wakil Ketua Dodi Hendriyanto dan Humas Budi Marsudi memaparkan rencana kerjanya.

Paparan dan diskusi yang memakan waktu satu jam ini, mendapat dukungan penuh dari Kepala Divisi K3LH PT Timah Tbk dan Staf.

Usai diskusi, Tim bersama Staf K3LH PT Timah langsung meninjau lokasi lahan uji coba di Air Jangkang Kabupaten Bangka.

Selain survey lapangan, Tim juga mengambil sampel tanah secara acak untuk dibawa ke Lab. Tujuannya, hasil lab tanah inilah nantinya sebagai acuan dalam memformulasikan pembuatan smart ball.

Elly berharap ujicoba rehabilitasi lahan menggunakan smart bio ball ini bisa berjalan baik. Apalagi PT Timah melalui Divisi K3LH mendukung sepenuhnya, terutapa dalam menyiapkan lahan untuk uji coba. Anggaran ujicoba ini sepenuhnya ditanggung oleh TIM.

Sementara PT Timah mendukung persiapan lahan satu hektare sebagai media uji coba.

Kerja Tim ini akan berlangsung enam bulan. Semoga enam bulan mendatang, akan terlihat hasil yang memuaskan, yang menjadi formulasi dalam merehabilitasi ribuan hektar lahan kritis yang sekarang dimiliki oleh Bangka Belitung.

(Budi M)

Tonton Video:

 

News Feed