oleh

Mewakili JB, H. Agus Supriatna Siap Kunjungi dan akan Bangun Gubuk Milik Abah Kuco dan Ema Sanah di Desa Mekarsari

LEBAK, SEKILASINDO.COM – Pembina Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah DPD Lebak, H. Agus Supriatna, dikabarkan akan mengunjungi kediaman Abah Kuco dan Ema Sanah yang merupakan pasangan Suami Istri lansia, warga Kampung Gede RT. 21 RW. 03 Desa Mekarsari Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak, yang saat ini ramai diperbincangkan baik di media sosial maupun di media online.
Senin (30/09/2019).

Baca juga :
http://www.sekilasindo.com/2019/09/29/miris-pasangan-suami-istri-lanjut-usia-di-lebak-tinggal-di-gubug-dan-sudah-tak-bisa-mencari-nafkah/

Kepada wartawan sekilasindo.com, dirinya mengungkapkan, viralnya keberadaan sepasang kakek nenek yang tak berdaya dan tinggal di sebuah gubuk, membuat dirinya terharu dan berpikir untuk membantu.

“Setelah saya liat di medsos, terutama di link salah satu media online, saya merasa kasian dan tadinya hari inipun saya akan ke kediamannya,” ujar Agus Supriatna.

Namun, lanjutnya, dikarenakan ada kepentingan yang tidak bisa di tunda, akhirnya keinginannya tertunda. Akhirnya, esok berencana akan mengunjunginya sekalian meninjau rumahnya, bila perlu akan di bangun agar lebih layak.

“Saya besok (Selasa) akan ke yg kake itu yg di cihara saya mewakili Pa Jaya Baya akan bangun rumah itu, besok saya berangkat,” tambahnya.

“Dan saya akan koordinasi dengan pemerintah setempat, kalau udah oke siap di bangun, maka akan segera kirim matrial,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Madsoleh, Aktivis Muda asal Desa Mekarsari, mengapreasiasi atas itikad baik dari Pembina JPKPemerintah DPD Lebak tersebut.

“Dari awal saya mengunjungi rumah Abah dan Ema, inilah yang saya maksud..dengan Viralnya berita tersebut baik di medsos maupun di media online sehingga makin banyak orang tau dan beritikad untuk membantu pasutri tersebut,” ucap Madsoleh.

Foto: H. Agus Supriatna, Pembina JPKPemerintah DPD Lebak

Perihal akan di bangun nya gubuk milik Abah dan Ema tersebut, dirinya mengungkapkan akan berupaya untuk koordinasi dengan pemerintah setempat.

“Mengingat khawatir rumah tersebut berdiri diatas tanah yang bukan milik Ema dan Abah,” pungkasnya.

Dikabarkan sebelumnya keberadaan sepasang kake dan nenek yang tinggal di gubuk menuai respon dari mulai masyarakat sampai pihak pemerintah setempat mulai berdatangan untuk mengunjunginya dan memberikan bantuan.

 

**(Usep)

 

News Feed