oleh

Petani Keluhkan Lumpur dan Sisa Puing Proyek Sungai Cibinuangeun Akan Berdampak Banjir

LEBAK, SEKILASINDO.COM – Petani dan masyarakat sekitar hamparan sawah Leuwi Pondok, Kampung Kamurang Desa Bolang Kecamatan Malingping mengeluhkan lumpur sedimen serta puing-puing bekas pengerjaan proyek sungai Cibinuangeun.

Pasalnya, sedimen lumpur beserta puing-puing bangunan yang pernah ambruk, tidak angkat dari sungai Cibinuangeun, sehingga dikhawatirkan jika terjadi hujan, air akan meluap dan membanjiri hamparan sawah.

Kenih, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Bolang, saat ditemui menyampaikan kekhawatiran para petani dan warga sekitar akan terdampak banjir luapan sungai Cibinuangeun karena dangkal akibat lumpur dan puing-puing bekas bangunan proyek Cibinuangeun yang ambrol.

“Kita para petani dan masyarakat khawatir akan banjir jika hujan pak, karena lumpur maupun puing-puing bangunan ga diangkat dari sungai, dan dampak ini bukan tanpa alasan karena pernah terjadi ditahun sebelumnya,” ujar Kenih.

Selain itu, Kenih pun menyesalkan pengawasan dari proyek sungai Cibinuangeun, baik dari Dinas terkait maupun TP4D, karena pihak kontraktor tidak bertanggungjawab.

Baca juga: http://www.sekilasindo.com/2019/09/11/petani-dan-masyarakat-merasa-dirugikan-oleh-proyek-cibinuangeun/

“Ini masalah disini baik dari lumpur menutupi sawah, lumpur dan puing-puing sisa bangunan dibiarkan disungai, gimana sih pengawasannya, ini kan proyek miliaran, kemana tuh orang-orang kejaksaan, saya dengar kan dikawal juga, ko dibiarkan, tanpa teguran dan ada tanggung jawabnya,” tukasnya.

Masih kata Kenih, dirinya bersama para petani dan masyarakat siap tanda tangan membuat surat menuntut agar segera diselesaikan.

“Kami siap kumpulkan petani dan warga, tanda tangan dan menuntut pihak terkait agar segera menyelesaikan, mau dibawa ke atas juga boleh, karena kami sudah capek sebagai masyarakat kecil tidak direspon dan tidak dianggap oleh semua pihak terkait,” pungkasnya.

(Bcx)

 

News Feed