oleh

Kankemenag Pandeglang Minta Pungutan di MTsN 5 Pandeglang Dihentikan

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pandeglang, Endang, meminta kepada Kepala Madrasah Tsyanawiah Negeri 5 Pandeglang untuk menghentikan pungutan senilai Rp. 370 ribu terhadap orang tua wali murid.

Sebab menurutnya, pungutan itu sangat rentan bila dilakukan terlebih sekolah itu sudah Negeri.

Untuk sementara ini ruang lahan di sekolah tersebut tidak begitu mendesak dan kalaupun sekolah itu butuh fasilitas tanah itu lebih baik membuat proposal ke kementerian atau ke Negara.

“Jangan sampai membebankan orang tua wali murid. Terlebih tanah tersebut luas tanahnya cukup luas kurang lebih satu hektare dan itu tidak mungkin bisa tertutup dengan anggaran yang dibiayai orang tua wali murid,” kata Endang melalui telepon genggamnya, Kamis (22/8/2019).

Dia juga mengaku sudah menghubungi Ketua Komite dan Kepala Madrasah, hanya saja dari keterangan yang ia terima berbeda.

Dia sampaikan orang tua wali murid dilarang untuk infaq, padahal kata dia hal itu belum tentu semua pro dengan biaya yang dibebankan terhadap orang tua wali murid. Kalaupun hal itu benar bahwa ada orang tua wali murid yang kaya dan mau infaq silahkan seadanya saja.

“misalnya satu atau dua orang kalau bener orang tua itu mau infaq. Tapi bukan berarti sebanyak 600 siswa dibebankan biaya, intinya pungutan tersebut lebih baik dihentikan dan kalau ada orang tua wali yang sudah ada bayar untuk dikembalikan,” pinta dia.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi awak media Kepala Madrasah, Suhardi, sempat mengaku bahwa uang darinya telah diserahkan sebesar Rp.150 juta kepada pemilik lahan.

“Itu kata Kemenag, lebih baik di cek kebenarannya. Karena Kemenag kurang yakin harus diperjelas lagi informasinya,” terangnya.

Dan kalau pihak komite atau kepala sekolah tetap meneruskan pungutan tersebut maka kami dari Kemenag akan mengevaluasi dan meminta pertanggungjawabannya.

“Saya juga akan melihat secara langsung surat perjanjian kepada pemilik tanah, karena isunya yang beredar ini kurang bagus,” akunya.

Secara terpisah, Orang tua wali murid, Suwiah, mengatakan, biaya tersebut bersifat wajib.

“Yang namanya setiap kegiatan yang ada di sekolah berupa biaya apapun ya itu harus di bayar,” ujar singkat***(Hd1).

News Feed