oleh

Terkait Lahan Sawah Produktif Digunakan Gedung Balai Nikah, UPT: Cabut Perda Kalau Tidak Ditegakkan

LEBAK, SEKILASINDO.COM – UPT Pertanian Malingping, Tohir saat dikonfirmasi terkait pembangunan di kawasan pertanian yang berada di Jalan Bayeh-Simpang (Jalan Baru), menuturkan saat ini lahan pertanian terutama sawah terus menyusut.

“Data kami lahan sawah yang dulu 3.615Ha dan yang sekarang data terbaru dari Kementerian luasnya hanya 2.443Ha, jelas berkurang, dan kalau terkait hamparan yang dijalan baru itu di airi Irigasi Teknis,” ujarnya, Selasa (20/8/2019).

Terkait lahan sawah yang dibangun gedung balai nikah, Tohir mengatakan ada Perda yang mengatur, tetapi dirinya tidak punya kewenangan mencegahnya. “Sebetulnya sudah ada Perda, pernah ga, ada sosialisasi Perda?, terutama kepada petani, kalau sawah produktif agar tetap dimanfaatkan, sedangkan UPT tidak ada surat khusus untuk mencegah pembangunan,” terangnya.

Ditambahkannya, seharusnya pemerintah justru lebih memperhatikan aturan dibandingkan pribadi atau swasta, walaupun kedudukannya diatasnya bukan berarti bebas mengalihfungsikan. “Seharusnya baik pemerintah pusat maupun provinsi ya lihat Perda, jika tidak ditegakkan cabut saja Perda tersebut, karena yang saya khawatirkan, nanti akan bertambah lagi gedung-gedung lainnya,” tegasnya.

Dari papan informasi di lokasi, nama pekerjaan ialah pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji KUA Kecamatan Malingping, pelaksana CV. Banlam Cipta Sejahtera, nilai kontrak Rp 999.000.000, sumber dana SBSN TA 2019 dengan nomor Kontrak 3544/KW/.28.05.02/KS.01.7/06/2019. (Boecex)

News Feed