oleh

Kepala Sekolah di Pandeglang Resah, Diduga Ada Penyimpangan Dana BOS

Ilustrasi

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM-Tidak bisa dipungkiri, dana BOS atau Bantuan Operasional Sekolah bisa dianggap sebagai ‘durian runtuh’ yang amat ditunggu, karena aroma dan rasanya amat lezat dan menggiurkan.

Dengan proses pencairannya yang agak lumayan ribet serta melalui jenjang hirarkis kedinasan yang melibatkan banyak orang atau pejabat, maka tak tertutup kemungkinan, yang ikut pesta durian bukan hanya pihak sekolah, tapi juga si Bos yang memberikan rekomendasi dan menandatangani pencairannya.

Jangan baper ya. Banyak dugaan korupsi atau penyalahgunaan dana BOS terjadi di sejumlah daerah.

Hal nya Kali ini dugaan penyimpangan terjadi di kebupaten pandeglang, Modusnya dengan melaksanakan kegiatan tanpa memikirkan juklak dan juknis BOS yang sudah di tentukan dalam rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS)

Menurut Sumber terpercaya dan tidak mau di sebutkan identitasnya, Selasa (14/8/2019). Menjelaskan kegiatan yang saat ini sudah banyak di antaranya kegitan PHBN, Pramuka tapi kenapa pihak dinas Pendidikan Pandeglang melalaui  forum korwil di masing-masing kecamatan mengintruksikan setiap sekolah yang memiliki jumlah kurang dari 100 siswa 5 siswa dan untuk jumlah siswa lebih dari 100 itu 10 siswa harus daftar kegiatan Bintang Sains.

Kalau pun kata sumber kegiatan Bintang Sains  ini yang di lakukan  oleh pihak media tapi bukan berarti sekolah yang di bebankan untuk biaya kegiatan itu, Terlebih kegiatan Bintang Sains yang memiliki beban biaya  ini tidak ada dalam rencana kegiatan anggaran sekolah artinya kata dia dana untuk kegiatan ini tidak bisa di SPJ kan. Kata sumber.

“kegiatan ini  di beban biaya sebesar  Rp. 100 ribu per siswa untuk pendaftaran, bagi sekolah kirim siswa  10 siswa untuk daftar berarti pihak sekolah harus bayar Rp. 1 juta  dan kegiatan ini di lakukan se- kabupaten pandeglang sebanyak 850 sekolah,” Ujarnya

Selain itu, menurut dia jelas bila biaya yang di beban kepada sekolah kalau pun tidak bisa di SPJ kan kata dia pasti hal ini kepala sekolah ikut saja sebab mau tidak mau karena kata ada dugaan pengancaman dan menjual nama pimpinan di pemkab Pandeglang, Padahal banyak kepala sekolah resah dan merasa kebaratan.

Kata sumber juga bila tidak percaya silahkan tanyakan di kecamatan lain selain di kecamatan Cikedal pasti ada, sebab setiap banyak laporan yang mengeluh tidak setuju dan merasa keberatan.

Hal itu ternyata di benarkan oleh kepala sekolah yang ada di kecamatan Patia, membenarkan bahwa beberapa kepala sekolah tidak setuju dengan kegiatan. Lantaran mengeluarkan dana tapi tidak bisa di SPJ kan di BOS,  terlebih kegiatan ini dilakukan secara di paksakan dan di beratkan. Kata dia.

“Kegiatan ini mau gimana serba salah  terlebih ini intruksi pimpinan kami yang padahal kami juga tahu bahwa ini dana yang di ambil di masing-masing sekolah sesuai jumlah yang di intruksikan untuk ikut pendafataran sangat memberatkan sekolah sebab tidak tercantum dalam rencana kegiatan anggaran sekolah.” keluh dia.

Di temui, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Patia, Asrori tidak menampik bahwa kegiatan Bintang Sains itu dalam pendaftaran  Rp. 100 ribu per siswanya serta tidak membantah bahwa sekolah yang memiliki kurang dari 100 siswa itu 5 siswa dan sekolah yang memiliki  lebih 100 itu 10 siswa.

Dia juga mengakui bahwa memang biaya itu yang di bebankan ke masing-masing sekolah tidak tercantum dalam RKAS dan dia juga tidak bisa menjelaskan bahwa dana yang di ambil itu bisa atau tidak nya di SPJ kan dan ini kata dia jelas tidak di anggarkan oleh masing Sekolah.

“Untuk siswa yang di rencanakan untuk daftar itu kurang lebih sebanyak 125 siswa dan itu baru ada di data yang sudah ikut daftar kurang lebih 112 siswa dan  uang itu nantinya akan di serahkan  kepada bendahara zona dua sebesar Rp 12.5 juta kepada Korwil Bojong untuk Kecamatan Patia.” Ujarnya

Zona dua itu diantaranya kata dia, Carita Labuan, Pagelaran, Patia, Jiput, Cikedal, Picung, Bojong, Cisata Menes

Selain itu, dia juga mengaku kegiatan ini adalah hasil rapat pimpinan kami yakni pak Kepala dinas pendidikan kabupaten Pandeglang dengan media dan ini langsung  di Instruksi dari dinas pendidikan. Di tanya soal uang yang terkumpul ada tapi belum di serahkan kepada bendahara karena ini masih menunggu tambahan siswa yang mau daftar.

Secara terpisah, Korwil Dinas Pendidikan Bojong, Hasim hal itu terserah kebijakan korwil masing-masing, sebab zona dua tidak mengelola dan tadinya betul berencana lewat dirinya hingga  sampai hari ini tidak ada yang masuk..cape deh mendingn suruh lngsung saja, oleh masing-masing korwil ke panita Bintang Sains. Ucap singkat

Hingga berita ini di turunkan pihak media Sekilas Indonesia masih berusaha untuk mengkonfirmasi dan mencari siapa panita dalam acara kegiatan bintang sains apakah betul kegiatan ini di bebankan terhadap sekolah di hitung dari per siswa membayarnya Rp. 100 ribu ***(Hd1/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed