oleh

Wisata Pantai Pasir Padi Memilki Keunikan

PANGKALPINANG, SEKILASINDO.COM – Pantai Pasir Padi, yang terletak di Kelurahan Temberan sekitar 8 kilometer dari pusat kota Pangkalpinang, merupakan kawasan pariwisata potensial di kota Pangkalpinang.

Pantai Pasir Padi memiliki garis pantai dengan hamparan pasir putih sepanjang 2 kilometer.

Salah satu keunikan Pantai Pasir Padi adalah struktur pantainya yang landai, kontur pasir yang padat sehingga pantai ini nyaman untuk dilalui dengan jalan kaki bahkan dapat dilalui oleh kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat bahkan truk jenis tronton.

Keindahan pantai tidak kalah menariknya dengan pantai-pantai di Pulau Bangka lainnya. Selain memiliki panorama yang dihiasi laut biru, alam asri dan pulau-pulau menarik, tidak jauh dari bibir pantai terdapat sebuah daratan kecil yang bernama Pulau Punai, yang dapat dikunjungi dengan berjalan kaki pada saat air laut sedang surut.

Pantai Pasir Padi merupakan objek wisata yang paling banyak dikunjungi masyarakat, terutama masyarakat Kota Pangkalpinang dan sekitarnya.

Pada hari libur khususnya jumlah wisatawan bahkan mencapai ribuan orang per hari.

Selain menikmati panorama alam pantai yang indah wisatawan juga bisa berenang, bermain layang-layang, voli pantai, sepakbola, perlombaan motor cross atau sekedar menikmati kesegaran es kelapa muda di tengah semilir angin pantai.

Saat ini di kawasan wisata Pantai Pasir Padi telah tersedia fasilitas pendukung seperti resort, restoran, tempat souvenir, arena bermain anak, arena outbound dan ketangkasan, serta permainan olahraga air.

Selain itu, di sepanjang pantai terdapat rumah makan yang menyediakan makanan laut seperti ikan, kepiting, cumi, kerang-kerangan dan lain-lain dengan harga yang relatif murah.

Guna pengembangan kota dan kepariwisataan, kawasan Pantai Pasir Padi direncanakan akan dibangun mega proyek Pasir Padi Waterfront City atau kota baru di atas air terbesar se-Asia Tenggara.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Dr. Hj. Eti Fahriaty, mengatakan, pasir padi merupakan pantai yang tertua di kota Pangkalpinang dan satu -satunya pantai yang mengambarkan satu keindahan.

“Selain pasirnya yang putih, juga merupakan pantai yang tertua dikota pangkalpinang dan satu-satunya pantai yang mengambarkan satu keindahan yang luar biasa, karena saat musim air surut, bisa digunakan untuk motor cross dan disaat air pasang banyak para nelayan mencari hasil laut seperti lokan, udang, kerang, ikan laut ,” Kata kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang Dr. Hj. Eti Fahriaty kepada wartawan, Rabu (7/8/2019).

Sambungnya, Eti, mengaku pernah datang di pagi hari, melihat nelayan mencari hasil laut di Pantai Pasir Padi yang indah ini.

“Jadi kalau ada wisatawan dari Nusantara mereka akan turun di kota Pangkalpinang dan mengunjungi pantai yang menjadi kebanggaan kota kita ini. Untuk itu Harapan saya, dengan adanya fasilitas ini, disamping kita harus menjaga dan mengembangkan, munculkan ide-ide bagaimana agar kualitas  wisata kita semakin lama semakin lebih berkualitas,” jelasnya.

“Misalkan kursi-kursi yang sekarang diganti dengan kursi yang panjang atau dengan lesehan,” tambahnya.

Kedepan Dinas pariswisata sudah mengembang plaza kuliner, tempat penjualan souvenir. Dan itu akan dimanfaatkan sehingga,masyarakat melihat bahwa Pasir Padi banyak pengembangan tidak jalan di tempat.

Kepada Walikota Pangkalpinang, merasa sangat bangga beliau menjadi kota ini, kota beribu senyum, diawali dengan lambang orang tersenyum dan juga ada kode lambang kota Pangkalpinang dengan huruf  PGK yang sudah dipatenkan.

“Sehingga masyarakat kota Pangkalpinang dapat menggunakan huruf PGK dan tidak lagi mengunakan huruf PKL dalam penulisan Pangkalpinang. Saya sebagai dinas pariwisata ikut bangga,” terangnya, Eti.

Ibu Riski (48) salah satu pengunjung Pantai Pasir Padi yang ditemui wartawan siang itu bersama sahabatnya, Suswani, mengatakan hampir setiap minggu berkunjung ke pantai itu.

“Selain menikmati panorama alam juga berolahraga pagi ,walaupun sekedar jogging,” katanya.

Selain itu di pantai dengan hamparan pasir putih sepanjang 2 kilometer yang begitu indah ini, santapan kulinernya yang beragam menjadi tujuan Ibu Riski datang berkunjung.

Ditambahkan, Suswani, pasir padi yang merupakan wisata yang sangat dekat dari pusat kota ini, sangat menyayangkan karena hampir semua lokasi untuk bersantai dikuasai para pedagang, sehingga merasa gak nyaman, jika tidak berbelanja atau memesan makan atau minuman.

Suswani mengharapkan untuk bisa mengerti bagi para pedagang. Jika pengunjung hanya duduk di kursi tanpa berbelanja.

“Sangat disayangkan karena hampir semua lokasi untuk bersantai dikuasai para pedagang, sehingga merasa gak nyaman, jika tidak berbelanja atau memesan makan dan minuman, kami berharap untuk bisa mengerti bagi para pedagang, jika pengunjung hanya duduk di kursi tanpa berbelanja,” harapnya.

Penulis: Budi M

Nonton Video:

News Feed