oleh

Sahrul Sebut Pemda Sula Tidak Kelola Uang Daerah Hanya pada Kegiatan Seremonial Semata

SULA, SEKILASINDO.COM – Akademisi Dosen Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babuslam Sula, Maluku Utara, Sahrul Takim, menilai Pemda Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, semena-mena keinginan semata dalam hal pengelolaan uang daerah.

“Kalau kelola uang daerah jangan semena-mena hanya keinginan semata,” ungkapnya, Sahrul, melalui pesan WhatsAppnya, Jumat (02/08/2019).

Dia menganggap Pemda mesti menggunakan keuangan daerah itu untuk kepentingan pembangunan yang dibutuhkan langsung oleh masyarakat, bukan berdasarkan keinginan semata Pemda.

Hal ini terkait program Festival Maksaira yang akan diselenggarakan pada 17 Agustus mendatang yang menguras Anggaran Daerah Ratusan Juta rupiah, terkesan bersifat seremonial yang tidak memiliki dampak positif yang dirasakan langsung masyarakat.

Setidaknya Program yang bisa menjawab kebutuhan mendasar masyarakat saat ini.

“Menurut hemat saya Festifal ini tidak menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat,” tegasnya Sahrul.

Lanjut dia, yang rakyat butuhkan saat ini, seperti pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, lainnya yakni penggusuran Gunung Mantua (Lida Mantua), yang progresnya tidak terlihat sama sekali, selain itu pembangunan jaringan telekomunikasi dan stabilitas harga kopra.

Seharusnya perencanaan penganggaran kesan menjawab keadaan sekarang, bukan justru sibuk dengan kegiatan seremonial.

“Saya meminta kebupati dan seluruh perangkat daerah. agar bisa mengarahkan perencanaan dan realisasi pembangunan untuk mencapai visi dan misi yang telah di tetapkan,” tukasnya.

Sahrul menyebutkan, imbasnya dari festival ini bisa berujung tidak ada progress dalam pencapaian visi pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Hendarata Thes dan Wakil Zulfahri Abdula, (HT-ZADI).

 

Penulis: Jamil Gaus

News Feed