oleh

Cari Bukti Dugaan Korupsi, Tipikor Polda Sulsel Geledah Kantor Bupati Jeneponto Selama 6 Jam

JENEPONTO, SEKILASINDO.COM –
Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menggeledah sejumlah ruangan di Kantor Bupati Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Selasa (16/7/2019).

Dikawal dengan Polisi Brimob bersenjata lengkap. 5 ruangan digeledah Tipikor Polda Sulsel yakni, ruangan Sekretariat Daerah Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, ruangan Bagian Keuangan Daerah, ruangan Asisten II, ruangan Bagian Anggaran Daerah dan Ruangan Bagian Aset Daerah.

Setelah hampir 6 jam melakukan Penggeledahan di Kantor Bupati Jeneponto, Tim Tipikor mengamankan sejumlah dokumen penting terkait dugaan kasus korupsi pembangunan tiga pasar di Jeneponto.

Dari pantauan awak media, Tim Penyidik meninggalkan kantor Bupati Jeneponto pukul 15.00 Wita dengan mengamankan 2 box dokumen.

Dua box dokumen penting tersebut diamankan usai memeriksan sejumlah ruangan di kantor Bupati Jeneponto, seperti di ruangan Kadis PPKAD, ruangan Bidang Akutansi, Bidang Anggaran, Bidang Aset, Bidang ULP Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

Tidak hanya itu, penyidik juga menggeledah Kantor Disperindag Jeneponto dan rumah Alamsyah yang merupakan Ketua Pokja ULP.

Namun penggeledahan paling lama dilakukan di Unit Kerja Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

Penggeledahan dimulai sekitar pukul 09.30 Wita, dan berakhir pukul 15.00 Wita dengan dikawal personel Brimob bersenjata lengkap.

Kedua box tersebut kemudian diangkut di atas mobil Innova silver.

Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, mengatakan, penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari bukti terkait penyidikan tindak pidana dugaan korupsi di Kabupaten Jeneponto.

“Pada saat ini, ada giat penyidikan di Kabupaten Jeneponto terkait Pembangunan 3 Pasar Rakyat,” ujar Kombes Pol Yudhiawan kepada wartawan.

Dasar pengeledahan tersebut terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan pasar Lassang-lassang, Pasar Paitana, Pasar Pakubulo.

Ketiga Pasar tersebut menelan anggaran sebesar Rp 3,7 miliar dari dana DAK yang diduga terjadi pengaturan pemenang lelang proyek tersebut.*(Rils/Fir).

News Feed