oleh

Kasihan, Gara Gara Cacat Mappa Tak Dapat Diberikan Beda Rumah

TAKALAR, SEKILASINDO.COM-Mappa (65) pria buta dan hidup sebatang kara tinggal di gubuk reyot yang sudah tidak layak huni karena sudah mulai rapuh, seng bocor dan beralaskan lantai apa adanya, di dusun Pandanga, Desa Aeng batu-batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Rumah dibangun di atas tanah milik orang tuanya yang sudah lama meninggal, kini butuh perhatian khusus dari pemerintah.Tapi apa daya, beda rumah yang diimpikan tak terwujud hingga sekarang.

Mappa tak dapat melihat karena matanya buta (Tunanetra ) yang dibawah sejak lahir. Dan membuatnya sedih lantaran dia tidak berhak mendapatkan beda rumah dari pemerintah.

Hal itu disampaikan langsung oleh pemerintah desa setempat ketika berkunjung di kediaman pria buta sebatangkara tersebut.

“Na bilang Pj. Desa Aeng Batu-Batu, Syarifah Ratu, saya tidak bisa mendapat beda rumah karena cacat’ kah,” Ucap Syariah yang dikutip oleh
Mappa setelah di kunjungi oleh Pejabat desa bersama stafnya, Sabtu (13/07/2019).

Mappa juga mengatakan bantuan bedah rumah tidak berhak didapatkan karena tinggal sendiri di rumah miliknya.”Katanya lagi ibu Desa, tidak ada kutemani tinggal jadi tidak dapatkah beda rumah,”Tambahnya.

Diketahui Mappa tinggal sebatangkara lantaran kedua orang tuanya sudah puluhan tahun meninggal dunia. Untuk makan sehari-harinya di antarkan oleh keponakan, meski sering di ajak tinggal sama keponakannya tapi ia lebih memilih untuk tinggal di rumah miliknya.

Mappa berharap ke pemerintah agar bantuan rumah layak huni segera didapatkan sebelum musim hujan tiba dan ia juga ingin mengetahui kepastian yang sebenarnya apakah orang cacat tidak berhak mendapatkan beda rumah pemerintah. (Rls/Ahmad).

News Feed