oleh

Pariwisata Labuan Bajo, Flores, NTT Layak Dikembangkan

Presiden Jokowi saat berada di Puncak Waringin bersama Bupati Manggarai Barat Gusti Dula (pojok kiri), lalu Menhub Budi Karya S. Di sisi kiri Gub NTT Victor B. Laiskodat dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

MANGGARAI BARAT, SEKILASINDO. COM-Tiba di Labuan Bajo pada Pukul 14.20 Wita hari ini Rabu (10/07/2019) di Bandara Komodo, Presiden Jokowi tegaskan layaknya pengembangan Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT.

” Secara khusus Labuan Bajo, karena punya keunggulan karena keindahan alam yg luar biasa. Aktifitas masyarakat, budaya, serta pariwisata sudah berkembang dengan baik. Oleh karenanya kita harus menyiapkan infrastruktur yang lebih baik di Labuan Bajo”, ujar Presiden.

Presiden pun mengisahkan bahwa semenjak 2 tahun yang lalu, Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan 10 destinasi Bali Baru. Dan 4 dari destinasi itu yang ingin diprioritaskan.

” Salah satunya Labuan Bajo “, terang Presiden.

Karenanya, Presiden pun bertekad untuk menjadikan Bandara Udara Komodo menjadi Bandara Internasional.

” Pertengahan 2020 mendatang pesawat besar seperti Airbus 230 sudah bisa mendarat “, tegas Presiden.

Diharapkan oleh Presiden, pengelolaan Bandara Komodo ini nantinya pun dikelolah oleh pengelola yang memiliki jaringan pariwisata internasional.

” Sehingga dapat lebih banyak menarik turis asing untuk berkunjung dan meningkatkan devisa “.

Pengembangan Bandara Komodo ini memiliki tujuan untuk mendorong pertumbuhan lalu lintas udara yaitu hingga 4.000.000 penumpang dan 3.500 ton muatan kargo pada tahun 2044 mendatang. Hal tersebut selaras dengan Nawacita ke 7 yaitu Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Dengan Menggerakan Sektor Strategis Ekonomi Domestik.

Sebagai informasi, Bandara Komodo akan dikembangkan dengan cakupan perpanjangan runway yang semula memiliki panjang 2.250 meter menjadi 2.450 meter, perluasan apron seluas 20.200 meter persegi, perluasan terminal domestik seluas 6.500 meter persegi, pembangunan terminal internasional seluas 5.538 meter persegi, pembangunan terminal kargo seluas 2.860 meter persegi, serta pembangunan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Tidak hanya itu, kedepan, rute penerbangan dari Bandara Komodo akan diperbanyak menuju beberapa daerah di sekitarnya. Rencana rute domestik diantara lain penerbangan ke Makassar, Atambua, Waingapu, Sabu, Rote.

Sedangkan untuk rute internasional, Malaysia dan Singapura menjadi rencana rute internasional baru yang akan dibuka.

” Maksimal tahun depan sudah rampung semua ,” pungkas Presiden RI Jokowi yang didampingi oleh Ibu Iriana. Selain itu ikut serta dalam rombongan adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menhub Budi Karya Sumadi, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, serta Sekretaris Militer Presiden Marsdya TNI Trisno Hendradi.(Red)

News Feed