oleh

Potret Babinsa di Kepulauan, Pantang Menyerah Dengan Keterbatasan

Kopda Bakri, Babinsa 1426-06/Mapsu ( sekilas indonesia )

TAKALAR,SEKILASINDO.COM – Bertugas di daerah terpencil jauh dari perkotaan dan hiruk pikuk keramaian, tidak menyurutkan semangat prajurit TNI Angkatan Darat untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara demi tetap tegak dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mungkin masih asing bagi telinga sebagaian besar masyarakat kita jika mendengar nama Tanahkeke, sebuah kecamatan baru dari Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk sampai ke wilayah Tanakeke ini, hanya dapat ditempuh menggunakan transportasi laut menggunakan perahu masyarakat pulau tanakeke yang hanya dapat mengangkut 10 sampai 20 penumpang yang hanya menyebrang di pagi hingga siang hari setiap harinya karena faktor cuaca dan pasang surutnya air laut.

Perahu Katinting sebagai sarana transportasi yang digunakan Kopda Bakri dalam menyambangi warga ( sekilas indonesia )

Di daerah inilah Kopda Bakri, Anggota Koramil 1426-06/Mapsu Kodim 1426/Takalar sekaligus juga sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang membina Desa Rewataya di Kecamatan Tanakeke. 

“Setiap terjun menyapa warga binaan, saya selalu menekankan untuk bangga menjadi warga Negara Indonesia dan peduli terhadap pendidikan anak serta keamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari “, inilah yang selalu saya tanamkan kepada warga, agar mereka selalu optimis untuk terus maju dan sukses dengan masa depan yang lebih baik,”sambung pria kelahiran Tanahkeke ini.

” Kehadiran Babinsa yang hampir setiap saat ada dilingkungan kami, memberikan rasa aman kepada kami warga pulau. Apalagi Babinsa Kami selalu menasehati anak-anak kami untuk terus bersekolah,” ujar salah satu warga Dusun Lantangpeo Desa Rewatayya, Dg Sese.

Mereka itu ibarat pelita di samudera luas, bisa menerangi lingkungan sekitar dengan senyuman dan candaan, serta memberi solusi memecahkan persoalan, sehingga membuat warga makin nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Patahuddin salahsatu Tokoh Masyarakat Desa Rewataya menjelaskan, Babinsa itu ibarat mesin yang menggerakkan motor, sumber motivator sekaligus teladan dalam berperilaku. Kerjasama tiga pilar makin mudah terlaksana dalam memberi pelayanan dan perlindungan kepada warga.

“Kami sangat bersyukur Babinsa dan Bhabinkamtibmas selalu ada bersama membantu memajukan pembangunan di daerah kami,” tuturnya.

Kopda Bakri tampaknya sudah melekat dengan masyarakat Desa Rewataya ini. Walaupun dengan berbagai keterbatasan, hal tersebut bukan menjadi hambatan dalam menjalankan tugas, terutama untuk tetap menumbuhkan kesadaran sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, agar slogan Garuda di Hati tetap terpatri dalam jiwa masyarakat Kepulauan Tanahkeke terkhusus daerah Binaan saya di Desa Rewataya, Tutup Kopda Bakri. ( Hr )

News Feed