oleh

Hadiri Halal bil Halal di Muna, Rajiun: Satukan Persatuan dan Kesatuan Untuk Bangun Daerah

Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada Saat di sambut masyarakat Muna di Kompleks Perumahan lrg. Labora Kelurahan Laiworu, Kecamatan Bhatalaiworu. Foto: Acriel

MUNA, SEKILASINDO.COM- Bupati Kabupaten Muna Barat (Mubar) , LM Rajiun Tumada menghadiri kegiatan Halal bil Halal di kompleks perumahan Labora Kelurahan Laiworu, Kecamatan Bhatalaiworu Kabupaten Muna di dampingi oleh Wakil Bupati Mubar, Achmad Lamani dan Sekda, LM Husein Tali, Selasa (12/06/2019).

Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada mengatakan tahun 2020 bulan 9 adalah momentum demokrasi, untuk itu kita harus menunjukkan dan mengajarkan pada masyarakat tentang Demokrasi yang terbuka “siapapun bisa mencalonkan diri, baik saya, saudara saya Rusman Emba dan siapa saja berhak mencalonkan diri. Ucapnya.

Dikatakannya, Kabupaten Muna dan Mubar terpisah dari sisi administrasi tetapi dari sisi Adat dan Budaya, Kabupaten Muna dan Mubar tidak bisa dipisahkan, sebagai Suku Muna yang lahir dari empat pilar yakni Fato ghoerano, ini yang harus kita garis bawahi. ujar Rajiun saat memberikan sambutannya.

Rajiun menyebut, persatuan dan kesatuan perlu kita satukan dalam membangun Daerah. “Bukan hanya di Mubar, tapi Kabupaten Muna juga, masyarakat Kabupaten Mubar memiliki saudara di Kabupaten Muna, dan Kabupaten Muna punya saudara di Kabupaten Mubar.

“Saya heran, pada bulan suci Ramadhan kemarin, ada kejadian yang belum saya temui yakni ada kejadian Buka Puasa Tandingan,” bebernya.

Kata Rajiun, kita masyarakat Muna yang memiliki Falsafa Muna mengajarkan untuk saling menghargai dan menghormati sebagai Adat dan Budaya akan tetapi yang muncul adanya sifat iri dan dengki serta intimidasi. Jika sifat ini yang dipertahankan, “Percaya saya, Kabupaten Muna dan Mubar takkan maju seperti daerah-daerah lain di Sultra.

“Hari ini, jika kita semua membangun kebersamaan, merapatkan barisan dalam membangun dan mewujudkan keinginan dan harapan Muna dan Mubar sebagai bagian dari Suku Muna yang lahir dari Fato ghoerano dan lahir dari NKRI, saya akan pastikan akan maju dan berkembang seperti Daerah lain. Percaya atau tidak hal tersebut diperlukan sikap ketegasan dan kedisplinan, bukan otoriter, memaksa dan intimidasi” terangnya.

Rajiun menyampaikan jika ada seseorang yang berkata kepadanya, pak Bupati Mubar, mau ke Muna, saya jawab “wajar, tidak ada yang salah, jangan saya orang lain pun bisa ke Muna, semua masyarakat bisa ke Muna.

“Saya sampaikan bahwa semua memiliki keinginan yang sama, sebagai politisi semua memiliki mimpi-mimpi Politik. Jadi pada moment 2020 nanti terbuka luas bagi siapa saja. tuturnya.

Jadi terlalu dini, jika kegiatan Halal bil Halal hari ini dikait-kaitkan dengan Politik. “Saya mendapatkan undangan dari 18 tokoh masyarakat untuk menghadiri kegiatan Halal bil Halal di Desa Lupia Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna.

Namun saya mendapatkan telpon dari ketua panitia dan bertanya kepada saya” maaf Pak Bupati, apakah kegiatan Halal bil Halal harus ada izinnya? saya baru dengar jika kegiatan Halal bil Halal harus ada izinnya”.

Hal ini menunjukan budaya yang tidak baik. “Saya yakin dan percaya Pemimpin Daerah tidak akan mengajarkan dan menjeremuskan rakyatnya ke jurang, itu tidak mungkin.” Yang menjeremuskan itu adalah orang-orang yang menyampaikan asal Bapak senang, itu pasti.

“Kalimat Mai Te Wuna itu penting, jadi Amaimo pada ini. Saya merasa bingung kok dilarang datang di Muna. Saya itu lahir dan besar di Muna. tutup Panglima Besar BSB Sultra ini. (Acriel).

News Feed