oleh

Nelayan Keluhkan Pengelola TPI II Teluk- Labuan, Kadis Perikanan Pandeglang Diduga Tutup Mata

Kadis Perikanan Pandeglang,  Wowon Dirman.

PANDEGLANG,SEKILASINDO.COM- Dua pekan kemarin, menjelang lebaran  hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah atau 2019. Banyaknya keluhan dari para Nelayan dan Pemilik Kapal serta pedagang.

Ironisnya keluhan para nelayan dan pemilik Kapal diduga tidak ada respon dari Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang.

Padahal dalam Website resmi milik Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang. Diharapkan adanya masukan berharga dari masyarakat, baik saran maupun kritik yang sifatnya untuk mendukung peningkatan kinerja layanan pada Dinas Perikanan.

Namun Kali ini berbeda, Diduga Kepala Dinas Perikanan yang di bawah Pimpinan Wowon Dirman terkesan tutup mata.

Di beritakan dua pekan lalu. Dimana pengelolaan TPI II Teluk – Labuan itu, di keluhkan lantaran kepimpinan pengelola TPI II Teluk itu dianggap para Nelayan dan Pemilik Kapal sudah carut – marut dan Arogan.

Menurut Yadi seorang pemilik Kapal dan sekaligus ketua Paguyuban Nelayan menyatakan kalau memang dari Dinas Perikanan sudah turun ke lapangan jangan hanya UPT dan Pengelola yang di tanya soal masalah yang terjadi.

Tetapi kami yang di tanya selaku nelayan dan pemilik kapal. “Kalau hanya UPT dan pengelola yang ditanya pasti dia tutupi keluhan kami selama ini. Jangan hanya sepihak yang di temui. Kesal Yadi.

Yadi juga menyampaikan bahwa kemarin, hampir saja uang milik nelayan sisa dari penghasilan nelayan yang di simpan di TPI II Teluk itu hilang. Dengan alasan pengelola “Perolalehan (Reci) jumlah tidak tercatat di buku gede.

Beruntung pemilik kapal itu teliti, tetapi bagaimana bagi para Nelayan yang tak teliti. “Setahu saya tidak semua para nelayan itu teliti dengan perolehan (reci) yang di dapat mereka. Mereka percayakan kepada pengelola,” Ujarnya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh elemen baik para nelayan para pemilik kapal dan para bakul (Pedagang) untuk lebih teliti lagi dalam setiap pengambilan perolehan (sisa penghasilan nelayan), karena bisa saja terjadi dan terulang kembali hal yang serupa. Karena kata dia hal ini sudah dua kali terjadi walaupun memang berujung kepada pengembalian. Tutupnya.***(Hadi).

News Feed