oleh

Diduga Penambang Ilegal di Polsel Rampas Tanah Milik Warga

TAKALAR, SEKILASINDO. COM-Warga keluhkan aktifitas tambang  galian C jenis batu gunung dan tanah timbunan yang diduga ilegal di lingkungan Bantinoto dua, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng selatan.

Pasalnya jika hujan turun sepanjang jalanan tersebut yang dilalui mobil truk keluar masuk di lokasi tambang dipenuhi lumpur hingga licin dan membahayakan bagi pengendara roda dua.

Selain itu, juga pekerja tambang tersebut, diduga merampas tanah lahan kebun milik warga Daeng Lebang (80) tahun. Lahan kebun saya seluas 10 are ikut diolah menjadi tambang, oleh pemilik tambang H. Jarung yang tinggal di lingkungan sandi di Kelurahan Pallantikan, Kecamatan Pattallassang.

Daeng lebang juga menyampaikan bahwa dirinya mengalami kerugian negara sekira puluhan juta rupiah dimana seluruh pohon dan tanaman pisangnya juga habis dibabat oleh penambang, begitupun tanah dan batu gunungnya juga telah habis digali samapi kedalaman kurang lebih tujuh meter hingga lahannya tersebut, tidak bisa lagi digunakan sebagai lahan produktif.

Kepala lingkungan Bantinoto dua, Kelurahan Bontokadatto, H. Abdullah daeng Tonang membenarkan bahwa ada tanah kebun warganya atas nama daeng lebang yang ikut diolah menjadi tambang, namun mereka berusaha memediasi kepemilik tambang, agar diberikan ganti rugi sesuai harga yang diinginkan warga yang dirugikan.

Sekedar diketahui  bahwa tambang galian C yang beroperasi di Kecamatan Polongbangkeng Selatan terdapat tiga titik yakni di lingkungan Bantinoto satu kampung Jajjala bongga, Lingkungan Bantinoto dua dan Lingkungan Tengko Kelurahan Bulukunyi.

Salah satu aktivis Takalar,  Muh. Amir meminta kepada penegak hukum dan Pemerintah Takalar agar menertibkan tambang galian C yang diduga ilegal di Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Pintah Muh. Amir.

News Feed