oleh

Nelayan Keluhkan Pengelolaan, Manager TPI II Teluk: Itu Yang Tidak Pro Dengan Saya

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM-Adanya dugaan Penyalahgunaan pungutan liar yang di lakukan pihak  pengelola TPI II Teluk  terhadap sejumlah nelayan dan pemilik kapal yakni dimana pungutan yang di persoalan para nelayan kali ini yaitu pungutan tarikan blong sebesar 13 ribu rupiah perblong yang di sebut Kupel dan pungutan sisa penghasilan dua persen dalam satu bulannya selama tiga bulan dalam satu tahun.

Sehingga membuat sejumlah  para nelayan dan pemilik kapal membuat surat pernyataan yang di tunjukkan kepada Kepala Dinas Kelautan dan  Perikanan (DKP) Pandeglang Provinsi Banten.

Dalam surat pernyataan nya mereka yang di ketuai oleh Yadi Cahyadi yang memiliki anggota sekitar 48 anggota, yang tergabung wadah Usaha Koperasi Produsen Nelayan Selat Sunda dan Asosiasi Nelayan Selat Sunda.

“Kami segenap masyarakat dan pemilik kapal yang tergabung dalam wadah koperasi produsen Nelayan dan Asosiasi Nelayan Selat Sunda mengajukan keberatan dengan adanya kepengurusan pengelolaan TPI II Teluk, yang menurut kami sudah tidak sesuai keinginan kami sebagai nelayan.

Maka kami meminta kepada Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Pandeglang. Menginginkan adanya pergantian kepengurusan dan manajemennya,” tulis surat pernyataan itu.

Terpisah Manager TPI II Teluk Labuan Wahdi, Menampik dengan tuduhan para nelayan dan pemilik kapal itu, soal adanya dugaan pungutan liar itu, karena menurutnya pungutan Kupel ataupun sisa simpanan nelayan (Siping) sebesar dua persen  itu di simpan berdasarkan kesepakatan bersama.

Dirinya juga menyatakan tuduhannya  terhadap para nelayan, dimana nelayan atau pemilik kapal  yang mengadukan permasalahan ini. Itu pemilik kapal atau nelayan yang tidak pro dengan kepemimpinannya.

” Yang Jelas saya tidak pernah korupsi selama kepemimpinan saya dari tahun 2010 hingga sekarang tidak ada masalah, kalau nelayan seperti itu nelayan yang ingin jatuhkan saya sebagai manager, dan sekarang Siping sudah 80 persen baik milik bakul (pedagang) atau nelayan diserahkan,” Dalih Wahdi melalui telepon genggam nya.***(Hadi).

News Feed