oleh

Ditjen Perlindungan dan Kemensos Salurkan Santunan Ahli Waris dan Bantuan Logistik Di Jeneponto

JENEPONTO, SEKILASINDO.COM- Penyerahan santunan secara simbolis, disampaikan Direktur Jendral perlindungan Dan jaminan Kementrian Sosial, Harry Hikmat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, yang bertempat di Posko Induk Penanggulangan Bencana, Jl. Lanto daeng Pasewang Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (28/1/2019).

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat menyerahkan santunan ahli waris kepada 14 korban jiwa yang meninggal dunia akibat terseret pasca-banjir bandang yang terjadi pada hari, Selasa 22 Januari 2019 kemarin.

Penyerahan tersebut, disaksikan oleh Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial Margo Wiyono, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel Ilham Gazaling, disaksikan oleh Organisasi Perangkat Daerah, warga terdampak bencana dan para penerima santunan ahli waris korban meninggal dunia akibat banjir.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat menyerahkan bantuan logistik tanggap darurat dan bantuan peralatan kebersihan, total sebesar Rp1.3 miliar.

Dalam sambutannya, Harry mengatakan, selaku mewakili Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita, menyikapi dan merespon cepat arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait warga terdampak bencana di Sulsel.

“Maka dengan ini kami sampaikan santunan ahli waris, bantuan logistik, dan peralatan kebersihan untuk warga Jeneponto,” ucapnya.

Dirjen juga menyampaikan pesan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita kepada warga terdampak bencana agar tetap tabah dan kuat. Pemerintah Pusat terus memerhatikan, memberikan bantuan dan dukungan kepada pemerintah daerah serta warga dalam upaya percepatan pemulihan lingkungan sekitar.

“Sampai hari ini pembersihan terus dilakukan karena banyak rumah terdampak baik yang rusak ringan, sedang maupun berat. Bahkan sampah yang menggunung dari hulu hingga ke hilir. Karena itulah kami membantu memberikan peralatan kebersihan agar kita bisa lakukan bakti sosial sehingga pemulihan lingkungan dan tempat tinggal warga segera terwujud,” tururnya.

Santunan ahli waris diberikan kepada 14 korban meninggal dunia, di Kabupaten Jeneponto masing-masing sebesar Rp15 juta perjiwa. Total santunan untuk ahli waris korban meninggal di Jeneponto adalah Rp 210 juta.

Bantuan logistik tanggap darurat senilai total Rp 390,4 juta terdiri dari 200 paket makanan siap saji, 30 paket makanan anak, 500 paket lauk pauk, 240 paket kids ware, 150 paket family kit, 120 selimut, 30 lembar tenda gulung, 300 lembar matras, 20 lembar kasur, satu perahu karet dan satu tenda serba guna.

Bantuan peralatan kebersihan terdiri dari 600 cangkul, 200 rol selang air, 200 gerobak dorong, 600 ember plastik, 600 sapu lidi bertangkai, 100 pasang sepatu boot, 400 set sarung tangan karet, 100 sekop gagang besi, 500 garpu gagang besi, 300 penampungan air, 10 unit mesin pompa air, 10 unit gergaji mesin, dan 500 sikat bertangkai.

Dirjen menegaskan seluruh Pilar-pilar yang dimiliki Kementerian Sosial akan diturunkan. Terdiri dari 60 Tagana dibantu SDM Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Pelopor Perdamaian.

“Mereka akan bersinergi dan bekerja bersama tim dari TNI, Polri dan Pemkab Jeneponto. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada perubahan. Kita bergotong-royong agar masyarakat bisa terbantu secepatnya dan mengurangi beban mereka,” lanjutnya.

Harry memperkirakan proses pembersihan lingkungan diharapkan selesai dalam waktu dua pekan kedepan.

“Banjir di Jeneponto menyebabkan 14 jiwa meninggal, satu orang hilang, dan 50 jiwa mengungsi dan 1.160 orang terdampak bencana,” terangnya. (Fir).

News Feed