oleh

Mesin Pompa Air PDAM Terbakar, Kerugian Capai 1 Miliar

GOWA, SEKILASINDO.COM- Akibat hujan deras yang melanda pada Selasa (22/1) sehingga air sungai jeneberang yang meluap, dikarenakan tanggul yang dibobol oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sehingga mengalami kerugian bagi PDAM Kabupaten Gowa hingga menimbulkan kerugian cukup besar, pasalnya mesin pompa air rusak dan terbakar akibat banjir yang memasuki kantor PDAM Gowa di jalan Swadaya, Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu.

Direktur utama PDAM Gowa, H Hasanuddin Kamal yang dikonfirmasi melalui via celular menyampaikan bahwa mesin pompa air PDAM Gowa rusak dan terbakar akibat banjir bandang kemarin.

“Dampak dari kerusakan mesin pompa air yang terbakar itu, kerugiannya mencapai kurang lebih 1 miliar,” kata Ketua Perpamsi dua periode ini.

Rusaknya mesin, berimbas pada 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa, terutama dataran rendah seperti Kecamatan Sombaopu, Bontomarannu, Pattallassang, Barombong dan Pallangga.

Akibatnya sejumlah warga mengeluh karena kesulitan mendapatkan air bersih. Hingga kini aliran air PDAM ke pemukiman warga belum tersalurkan. Masyarakat berharap agar PDAM Gowa segera mengambil tindakan.

Hal ini dinilai oleh mantan Ketua Umum Koalisi LSM Maha Karya Indonesia, Syafriadi Djaenaf, mengatakan mesin PDAM Gowa rusak itu karena mesinnya terbakar dan penyebabnya banjir bandang.

“Sebenarnya kantor PDAM itu tidak kena banjir, apabila tanggul di depan kantornya itu tidak dibobol,” jelas Daeng Mangka sapaan akrabnya mantan LSM ini. Kamis (24/1)

Kita tidak boleh menafikan bahwa itu adalah bencana tetapi musibah ini akibat dari human error bukan force majeure.

Pengusaha tahu tempe dan kandang ayam di dalam tanggul itu harus bertanggung jawab dan di proses hukum karena kerugian masyarakat sangat besar akibat ulahnya.

“Mereka sangat egois dalam mengais rejeki di Butta Bersejarah ini. Tidak memikirkan masyarakat lainnya, saya pernah teriakkan dan laporkan mereka tapi sampai terjadinya bencana ini, belum di tindak lanjuti oleh pihak Polres Gowa,” bebernya.

Besar harapan kami kepada bapak Kapolda Sulsel, Irjen Hamidin, untuk menindak lanjuti pembobolan tanggul ini.

“Ada apa ini, aset negara dirusak tapi para aparat diam saja, apalagi dia pernah bertugas sebagai Kapolres Gowa sangat paham dengan kondisi disini,” tegasnya. (Shanty)

News Feed