oleh

Wiranto: Meski Alasan Kemanusian, Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Perlu dikaji

-Nasional-112 views

SEKILASINDO.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto untuk meminta Joko Widodo, melakukan kajian ulang atas rencana pembebasan narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Wiranto, Presiden tidak boleh terburu-buru membuat keputusan untuk membebaskan terpidana Ba’asyir.

Pada waktu yang lain dalam jumpa pers bersama antara Tim Pengacara Muslim dengan Yusril Ihza Mahendra di Jakarta, Sabtu pekan lalu, dinyatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui pelepasan Ba’asyir dengan alasan kemanusiaan.

Melalui Kuasa Hukum Joko Widodo, Yusril telah diutus Joko Widodo untuk menemui Ba’asyir di Gunung Sindur, Jumat (18/1) minggu lalu, untuk memberitahu rencana pemerintah membebaskan pria 81 tahun tersebut

Pada waktu yang lain Staf Ahli Menko Polhukam, Sri Yunanto, mengatakan belum jelasnya pembebasan Ba’asyir karena masih ada ganjalan apakah prosesnya memenuhi syarat administrasi atau tidak, yakni ada sejumlah dokumen yang mesti ditandatangani oleh Ba’asyir. Usai sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Yunanto menanggapi bahwa Joko Widodo tidak akan melanggar aturan terkait rencana pembebasan Ba’asyir, apalagi terkait mengenai hal yang mendasar, yakni kesetiaan terhadap Pancasila dan NKRI sebagai ideology bangsa.

“Apalagi sudah dikenal ustad Abu itu kan menulis buku tazkirah. Itu sudah serangannya terhadap negara, anti-Pancasila. Sebenarnya itu mengklarifikasikan. Hambatannya itu mungkin di situ. Ke mana arahnya? Belum tahu,” kata Yunanto.

Secara manusiawi Yunanto menyetujui pembebasan Ba’asyir atas pertimbangan kemanusiaan. Karena usianya sudah tua dan sakit-sakitan, dia menilai lebih baik membiarkan Ba’asyir menghabiskan sisa umurnya bersama keluarganya.(*).

News Feed